"Mayoritas publik yaitu 66,64 persen menyatakan bahwa mereka mendukung sikap politik PAN yang menyatakan bergabung dengan pemerintahan Jokowi," ujar peneliti LSI Ruli Akbar di kantor LSI, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (8/9/2015).
Di posisi sebaliknya, sebanyak 24,95 persen publik menyatakan menolak sikap PAN bergabung dengan pemerintahan Jokowi. Sisanya, 8,41 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab pertanyaan survei.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak hanya itu, wong cilik atau tingkat pendapatan menengah ke bawah juga mendukung langkah PAN sebanyak 71,25 persen. Lantas untuk pendapatan menengah mendukung sebanyak 72,35 persen dan menengah atas sebanyak 61,93 persen," tambahnya.
Selain itu dari segi pendidikan, dari tingkat SMP ke bawah yang mendukung manuver PAN sebanyak 70,64 persen, SMA kebawah 66,74 persen, dan pernah kuliah mendukung sebanyak 65 persen.
Survei tersebut dilakukan melalui quick poll pada tanggal 4-6 September 2015. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 600 responden dan margin of error sebesar kurang lebih 4 persen. Survei dilakukan di 33 provinsi di Indonesia.
"Dukungan terhadap PAN ke pemerintah merata di semua segmen masyarakat. Baik yang tinggal di pedesaan maupun perkotaan. Mereka berpendidikan rendah maupun pendidikan tinggi," jelas Ruli. (fan/tor)











































