Data dikutip berdasarkan pantauan Stasiun Terra dan Aqua BMKG Stasiun Pekanbaru, Selasa (8/9/2015). Data ini berlaku dari Senin (7/9) sore hingga pagi ini. Titik panas tampak 'sepi' di Sumatera tapi ramai di Kalimantan. Titik di Sumatera terlihat di Sumatera Selatan, sedangkan di Kalimantan terlihat di Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan sekitarnya.
Titik panas ini belum tentu titik kebakaran. Titik panas hanya menjelaskan adanya panas bumi di suatu koordinat. Untuk memastikan titik tersebut sebagai lokasi kebakaran perlu pengecekan lebih lanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minggu (6/9) kemarin, hasil pantauan udara cukup berbeda. Titik panas di Sumatera jauh lebih banyak dibanding di Kalimantan. Noktah merah sebagai penanda titik panas 'berkerumun' di Lampung, Riau hingga Jambi. Sementara di Kalimantan, titik panas muncul di Kalimantan Barat.
![]() |
Senin kemarin, titik panas juga ada di Jawa. Di Banten, Jabar, dan Jatim, jumlahnya merata. Di Jateng dan DIY terlihat lebih sedikit dibanding provinsi lain.
Upaya penanganan kebakaran lahan dan hutan terus dilakukan. Warga, TNI, Polri, dan unsur terkait turun tangan. Bahkan Presiden Jokowi menyambangi Sumsel dan menerobos hutan yang terbakar pada Minggu (6/9) lalu. Kapan asap yang begitu mengganggu akan berlalu? (cha/try)












































