Jarak Pandang Minim, Water Bombing untuk Padamkan Hutan Belum Dimulai

Jarak Pandang Minim, Water Bombing untuk Padamkan Hutan Belum Dimulai

M Iqbal - detikNews
Selasa, 08 Sep 2015 06:17 WIB
Jarak Pandang Minim, Water Bombing untuk Padamkan Hutan Belum Dimulai
Foto: Chaidir Anwar Tanjung
Jakarta - Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah, BNPB, TNI, Polri dan relawan untuk memadamkan kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera. Namun pemadaman melalui operasi udaraΒ water bombing di Jambi, belum bisa dilakukan karena terkendala jarak pandang.

"Operasi udara (water bombing) dengan 2 helikopter BNPB tidak melakukan penerbangan karena terkendala jarak pandang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Sutopo Purwo Nugroho kepada detikcom, Selasa, (8/9/2015).

Rendahnya jarak pandang dimaksud terjadi di Bandara Sultan Thaha, Jambi. Bahkan pesawat komersil pun tidak bisa beroperasi dalam asap yang menyelimuti langit Jambi. BNPB lalu mengusulkan penggunaan helipad di wilayah PT WKS yang jarak pandangnya lebih baik dbanding di Bandara Sultan Thaha Jambi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada alternatif memindahkan helikopter ke tempat lain yang jarak pandangnya masih baik," ujarnya.

Sutopo menuturkan, homebase semua pesawat hujan buatan dan helikopter ada di bandara Sultan Thaha. BNPB sudah minta ijin khusus ke kementerian perhubungan agar dalam jarak pandang tidak normal diijinkan terbang, namun izin tersebut belum keluar.

"Sebab aturan normal penerbangan diijinkan jika jarak pandang minimal 5000 meter. Kalau ketentuannya seperti itu maka tidak akan pernah terbang karena jarak pandang di lokasi tidak akan pernah 5000 m," tuturnya.

"Akhirnya diijinkan jika jarak pandang minimal 1.500 meter helikopter dapat terbang untuk waater bombing. Ya menunggu diijinkan terbang," imbuh Sutopo.

Water bombing adalah salah satu upaya yang ditempuh BNPB untuk memadamkan kebakaran hutan. Sejak terjadi kebakaran, sudah lebih dulu dilakukan operasi darat oleh Satgas ke titik api. Menurut pantauan satelit Modis, masih terdapat 413 hotspot di Sumatera, di mana di Jambi ada 170 hotspot.

Dinas Kesehatan telah menyalurkan 22.400 masker di kab/kota. Indeks Standar Pencemaran Udara dilaporkan sangat tidak sehat (216). Sementara jarak pandang hanya sekitar 600 meter horisontal dan vertikal 90 meter. Akibat asap tiu, sekolah dari TK sampai kelas 3 SD diliburkan sementara. (bal/ahy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads