"Harusnya saya di sana sampai dengan tanggal 9 September 2015. Tapi karena kondisi begini, saya pulang lebih awal. Saya sampai di sini lagi tanggal 6," kata Siti di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2015).
Siti terbang dari Norwegia pada hari Sabtu pagi (5/9). Sebetulnya dia ingin berangkat pada kemarin malamnya, tetapi tak ada tiket pesawat yang tersedia saat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi memang urusan Siti di Norwegia bisa dibilang sudah selesai. Dia telah bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup Norwegia bersama wakilnya, Menteri Luar Negeri Norwegia bersama wakilnya, serta parlemen Norwegia.
Siti pun menegaskan bahwa tak ada pihak yang menyalahkan Indonesia dalam pertemuan di Norwegia soal kebakaran hutan. Justru semua negara mendukung penanggulangan yang dilakukan Indonesia.
"Di sana semuanya komplit dan semua dukung Indonesia," ujar dia.
Sebetulnya Siti masih harus menuju Paris, Perancis untuk menghadiri persiapan COP 21 yang diselenggarakan UNFCCC. Tetapi akhirnya diwakili oleh Utusan Khusus Presiden bidang Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar.
Sesampainya di Indonesia, Siti mendengar kabar bahwa Presiden Joko Widodo meninjau hutan yang terbakar di Sumatera Selatan. Tetapi karena acara tersebut amat mendadak, sehingga dia mendelegasikan Sekjen Kementerian LHK.
Mengenai Dusun Garonggang, Ogan Komering Ilir yang dipantau Jokowi kebetulan belum pernah dihampiri oleh Siti. Dia mengaku bahwa seringkali peninjauan kebakaran lahan hutan dipantau lewat udara, bukan jalur darat seperti Jokowi.
"Kalau dari atas kita bisa lihat mana-mana saja yang terbakar, tapi kalau lewat bawah mungkin bisa dapat banyak informasi," ungkap Siti. (bpn/ahy)











































