Teten mengatakan, Syamsul Maarif sudah saatnya diganti dari jabatan Kepala BNPB. Ini juga sesuai dengan proses Tim Penilai Akhir (TPA).
"Pergantian ketua BNPB ini saya kira tidak terkait dengan situasi sekarang seperti kebakaran hutan. Saya kira tidak. Jadi memang sudah waktunya diganti. Dan proses TPA kan sudah selesai," jelas Teten saat ditemui wartawan usai pelantikan Willem di Istana Negara, Senin (7/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden menghendaki sistem pencegahan, di mana para pemilik lahan ini terikat dengan tanggung jawab lahan yang dikuasainya. Sehingga kalau ada kebakaran, mereka tanggung jawab. Dan dari lapangan, kemarin sudah ada sedikit masukan bahwa motivasi pembakaran kan bisa macam-macam. Yang harus diproses itu kalau memang ada upaya dari pemilik lahan untuk mengurangi biaya land clearing, pengolahan kebun dengan cara dibakar, padahal kan mereka dari bank sudah dapat anggaran per hektar Rp 19 juta," jelas Teten. (jor/mok)











































