Bagi Fadli Zon, selfie dengan Donald Trump tak ada yang salah. Bahkan Fadli memposting selfienya itu di media sosial.
"Betul saya selfie, apakah salah? Melanggar apa? Atau sudah haram sekarang?" kata Fadli saat menjawab kritik keras dari tokoh masyarakat Indonesia di New York Imam Shamsi Ali, Minggu (6/9).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DPR harusnya bertemu kolega yang sejawat, misal dengan house speaker atau deputi di sana. Menurut saya wajar saja dikritik apalagi tindakan selfie segala. Selfie itu tidak salah kalau dia bukan wakil ketua DPR, kita jadi malu," kata Refly kepada wartawan, Senin (7/9/2015).
"Dia pejabat publik di Republik ini dan itu artinya membawa ratusan juta rakyat Indonesia. Pejabat publik harusnya mencerminkan perilaku yang benar, tidak mengoyak rasa keadilan di masyarakat," lanjut Fadli.
Refly kemudian menjawab pertanyaan besar Ketua DPR Setya Novanto dan Fadli Zon soal etika apa yang dilanggar saatย bertemu Donald Trump.
"Etika itu soal kepantasan, tidak hanya aturan tertulis. Soal keadilan yang dalam satu momen bisa dirasakan sama bagi banyak orang bahwa hal tersebut tidak adil. Negeri ini yang masih terus dilanda krisis, dolar sudah di atas 14 ribu rupiah, pengangguran makin menganga jumlahnya,ย kegiatan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat tersendat-sendat, tetapi pejabat-pejabat publiknya malah asyik melancong, hadir dalam press conference dari seorang tokoh yang belum lagi menjabat apa-apa, tetapi karena rasa minder kita sendiri sebagai pribadi dan anak bangsa kita menjadi bangga," tegasnya.
Tapi tentu saja pada akhirnya setiap orang punya pandangan berbeda soal halal atau haram selfie.
(van/nrl)











































