Begini Pekatnya Asap yang Membuat Warga Riau Resah

Begini Pekatnya Asap yang Membuat Warga Riau Resah

Salmah Muslimah - detikNews
Senin, 07 Sep 2015 13:02 WIB
Begini Pekatnya Asap yang Membuat Warga Riau Resah
Foto: Kuniawan Adi/Kontributor Pasangmata.com
Jakarta - Kebakaran lahan hutan di sejumlah wilayah di Sumatera menyebabkan asap tebal membumbung tinggi. Asap pekat yang sudah memenuhi udara itu sangat membahayakan kesehatan warga. Mereka mengalami kesulitan bernafas, beraktivitas hingga banyak yang menderita gangguan pernafasan.

Yogi Purnama salah satu warga Pekanbaru mengirimkan foto pekatnya asap ke pasangmata.com. Yogi mengatakan asap semakin parah pagi ini, jarak pandang hanya 100 meter dan asap sudah masuk ke rumah dan kantor.

Foto: Yogi Purnama/pasangmata.com


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Asapnya nggak berkurang, sampai masuk ke rumah dan ke kantor. Meski pakai AC tapi udaranya tetap bau asap," ucap Yogi kepada detikcom, Senin (7/9/2015).

"Kantor saya kan dekat bandara, pesawat juga belum terlihat ada yang take off atau landing," tambahnya.

Selain itu, sekolah-sekolah juga diliburkan. Seperti sekolah anak Yogi yang masih duduk di bangku SD.

"Sekolah anak saya yang SD diliburin, takut kena ISPA," katanya.

Asap itu membuat mata perih dan penafasan terganggu. Asap yang muncul sejak 3 minggu terakhir ini semakin hari semakin parah. Bahkan jika kondisi tidak membaik, Yogi berencana untuk mengungsikan 3 anaknya ke Bukit Tinggi, Sumbar.

"Kalau masih seperti ini saya mau ngungsiin anak saya ke Bukit Tinggi ke tempat saudara saya," katanya.

Selain di Pekanbaru,Β  kabut asap tebal juga menyerbu kota Rengat, Indragiri Hulu, Riau. Sudah beberapa hari ini kabut asap semakin tebal dan membahayakan.

"Jembatan Kuning Rengat sampai tertutup kabut asap yang cukup tebal, karena kabut asap juga para pelajar di Rengat diperpanjang liburnya sampai kondisi cuaca membaik," ucap warga Rengat, Sugirah Wahyuni.

Foto: Sugirah Wahyuni/pasangmata.com


Senada dengan Sugirah, Rahmat Nurul juga mengatakan kabut asap di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau semakin parah dan membuat jarak pandang hanya 25 meter.

Foto: Rahmat Nurul/pasangmata.com


Hal yang sama disampaikan oleh Rayhan. Kabut asap yang semakin tidak sehat dan terus terjadi secara berulang-ulang sangat merugikan masyarakat. Dia meminta agar pemerintah bisa bertindak cepat untuk mengatasi masalah ini dan menindak tegas para pelaku pembakaran hutan.

"Ketidakpedulian masyarakat dan corporate perkebunan akan berakibat fatal bagi masyarakat Riau keseluruhan. Hukum diciptakan bukan untuk masyarakat kecil tapi untuk semua lapisan dan jabatan," katanya.

Foto: Rayhan/pasangmata.com


Data BMKG Riau yang diterima detikcom hari ini, untuk wilayah Sumatera terdeteksi 413 titik panas. Titik panas itu menyebar di sejumlah provinsi. Untuk Riau titik panas ada 45, Jambi 110, Lampung 31, Sumsel 79, Kepri 2, Babel 77, Bengkulu 5.

Foto penampakan kabut asap di Jalan Srikandi Pekanbaru (Rizal/pasangmata.com)


Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun lebih dari satu dekade. Presiden Jokowi telah blusukan ke lahan yang terbakar dan memerintahkan Kapolri memidana perusahaan-perusahaan pembakar maupun yang lalai. (slm/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads