"Rapat ini kita akan bahas yang dulu dipertanyakan terkait mekanisme-mekanisme. Termasuk kita ingin sajikan informasi soal data," kata Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah sebelum rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2015).
Data tersebut sebenarnya sudah ada di sistem informasi KPU yang juga bisa diakses oleh publik. Namun karena diminta oleh anggota DPR, maka KPU menyajikan data tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada rapat pekan lalu, anggota Komisi II dari F-PDIP Arteria Dahlan protes saat KPU menampilkan data calon kepala daerah yang sudah ditetapkan. Saat itu, KPU hanya menampilkan data anggota DPR yang jadi calon kepala daerah.
"Ini kenapa disebut cuma anggota DPR. Tolong jelasin lah. Kan ada itu ada yang dari PNS, DPRD, tapi ini di data kenapa cuma disebut dari DPR? Apa ini maksudnya?" kata Arteria di ruangan Komisi II, Gedung DPR, Senayan, Selasa (1/9/2015)
Kemudian, anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar, Agung Widyantoro, juga menginterupsi. Dia menilai laporan KPU masih belum rapih dan mesti dilengkapi. Dia pun meminta rapat dengan KPU serta Bawaslu ini ditunda sampai data KPU bisa diperbaiki.
"Meminta waktu untuk diperbaiki agar tidak menimbulkan implikasi. Ini masih berantakan laporannya. Perbaiki dulu, nah saya minta rapat ditunda dulu. DPR sekarang ini disorot loh, bangun gedung disorot, kasur disorot," tutur Agung.
(imk/tor)











































