1.000-an Warga Pekanbaru Gelar Salat Istisqa

Indonesia Darurat Asap

1.000-an Warga Pekanbaru Gelar Salat Istisqa

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 07 Sep 2015 09:48 WIB
1.000-an Warga Pekanbaru Gelar Salat Istisqa
Foto: Chaidir Anwar Tanjung
Pekanbaru - Sekitar 1.000 warga Pekanbaru pagi ini menggelar salat Istisqa. Salat ini dilaksanakan di halaman Masjid Agung Annur untuk minta hujan.

Sejak pagi, umat muslim memadati halaman Masjid Agung Annur Pemprov Riau, di ruang Jl Hangtuah, Pekanbaru, Senin (7/9/2015). Mereka berdoa agar kebakaran hutan bisa dipadamkan. Ini karena kabut asap yang semakin menggila dan melumpuhkan dunia pendidikan, sektor bisnis, dan menimbulkan penyakit. Kemarau panjang membuat sejumlah orang tak bertanggung jawab membakar lahan untuk membuka perkebunan sawit dan karet.

"Alhamdulillah, salat yang kita gagas ini ramai dikunjungi masyarakat. Begitu juga dihadiri Plt Gubernur Riau, kesatuan TNI, Polri, serta  anak sekolah dan sejumlah alim ulama," kata Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono, kepada detikcom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaksanaan salat minta hujan ini, kata Putut, memohon rida dari Allah SWT agar menurunkan rahmatnya berupa hujan di Riau.

"Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau dari lintas instansi sudah maksimal. Lewat salat Istisqa ini kita memohon rida Allah SWT  semoga diturunkan hujan agar asap segera hilang," kata Putu.

Saat ini, 6 juta rakyat Riau menghirup asap dari kebakaran hutan. Kebakaran hutan dan lahan sudah berlangsung sejak Juni lalu. Namun kondisi kian parah pada akhir Agustus hingga September ini.

Lebih dari 3.600 hektare lahan di Riau terbakar. Belakangan asap sudah melumpuhkan Bandara Pekanbaru. Dunia pendidikan juga diliburkan. Ribuan masyarakat Riau terserang penyakit infeksi saluran pernafasan akut.

Begitupun Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman. belum bersedia meningkatkan status dari Siaga menjadi Tanggap Darurat. Andi Rachman, panggilan Arsyadjuliandi Rachman, yakin timnya akan mampu menuntaskan kebakaran yang terjadi saat ini.

Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger juga mengungkapkan, bahwa asap yang parah hari ini tidak hanya berasal dari Riau saja. Melainkan asap juga disuplai dari Sumsel dan Jambi.

"Kita akan berusaha maksimal dalam upaya pemadaman," kata Edwar yang mendukung Plt Gubernur Riau untuk tidak meningkatkan status Tanggap Darurat yang akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat. (cha/try)


Berita Terkait