Bom Tel Aviv Ganggu Proses Perdamaian Israel-Palestina

Bom Tel Aviv Ganggu Proses Perdamaian Israel-Palestina

- detikNews
Minggu, 27 Feb 2005 06:47 WIB
Jakarta - Bom bunuh diri di Tel Aviv, Jumat (25/2/2005) lalu dikhawatirkan mengganggu proses perdamaian Israel-Palestina. Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Shaul Mofaz menuduh Syria dan kelompok militan Palestina bertanggung jawab atas peristiwa itu. Tuduhan itu dilontarkan Mofaz usai rapat dengan petinggi militer di Tel Aviv. "Menhan mengatakan Israel melihat keterlibatan Syria dan gerakan Jihad berada dibalik serangan Tel Aviv," ujar salah seorang pejabat Dephan Israel seperti dikutip AP, Minggu (27/2/2005). Israel menuntut Syiria segera menutup markas Kelompok Militan Palestina di Damascus serta tidak memberi dukungan kepada mereka. Meski demikian, pejabat keamanan Israel menegaskan tidak berencana menyerang Syria. Serangan bom Bom di luar sebuah Nightclub di Tel Aviv menewaskan 4 warga Israel. Insiden itu dikhawatirkan mengancam deklarasi gencatan senjata yang telah dibuat 8 Februari 2005. Deklarasi dipelopori Perdana Menteri Israel Ariel Sharon dan Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas. Abbas menyebut serangan bom itu sebagai sabotase untuk menggagalkan proses perdamaian di Timur Tengah. Ledakan bom itu juga dapat meningkatkan ketegangan Israel dan Syria.Sementara, pejabat keamanan Pelestina menuding Kelompok Gerilyawan Hizbullah yang didukung Syria dan Iran sebagai pelaku bom bunuh diri. Namun di Beirut, Kelompok Hizbullah menyangkal tuduhan itu. (rif/)


Berita Terkait