"Akhirnya bisa diselesaikan visanya. Alhamdulillah sekarang bisa masuk," kata Ketua PPIH Arab Saudi 2015 Ahmad Dumyati Bashori di Jeddah, Arab Saudi, Ahad (6/9l2015).
Dumyati mengatakan Temus terlambat masuk Makkah karena terkendala visa. Visa mahasiswa yang kuliah di sembilan negara itu terhambat karena kuota Indonesia di sistem e-hajj terlampaui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun, mereka akhirnya menggunakan visa lainnya," kata Dumyati.
Kedatangan mereka, menurut Dumyati, sudah sangat dinantikan. Mahasiswa yang menjadi temus ini rata-rata memiliki kemampuan bahasa Arab yang baik.
Kemampuan mereka diharapkan dapat membantu melayani jamaah haji dalam pelayanan umum dan ibadah. Temus mahasiswa ini akan ditempatkan di halte-halte bus shalawat di Makkah untuk mengarahkan jamaah yang ingin pergi dari hotel ke Masjidil Haram atau sebaliknya.
"Sekarang tenaga untuk transportasi sangat minim. Saya sudah keliling ke terminal dan halte pemberhentian bus shalawat. Ternyata ada yang petugasnya hanya satu atau dua orang. Kalau mereka tidak datang, maka akan sangat membebani sekali karena jumlah petugas kita memang minim," kata Dumyati. (gah/dnu)










































