Deplu Hati-hati Sikapi Penangkapan WNI di Filipina
Sabtu, 26 Feb 2005 21:03 WIB
Jakarta - Deplu berhati-hati dalam menyikapi informasi penangkapan 2 WNI di Filipina. Pasalnya, informasi seperti itu bukan yang pertama kali. "Filipina kadang kala membuat pernyataan yang kemudian ada ralat lebih lanjut," ujar Jubir Deplu Marty Natalegawa kepada Wartawan di Sekretariat ASEAN, Jl. Sisingamaraja, Jakarta, Sabtu (26/2/2005). Menurut Marty, Deplu telah meminta perwakilannya untuk mengunjungi 2 WNI yang ditangkap di Filipina. Tujuannya untuk memastikan apakah benar WNI serta apakah mereka diperlakukan dengan baik. "Kita ingin memastikan bahwa mereka betul warga negara Indonesia, memastikan mereka diperlakukan dengan baik dan memastikan mereka didampingi penerjemah dalam proses pemeriksaan. Dan yang penting mereka didampingi pengacara," katanya. Dikatakan Marty, awalnya Filipina mengatakan kedua WNI itu diduga memiliki senjata api dan bahan peledak. Namun kemudian mereka dituduh terlibat kasus pemboman. Deplu tidak akan berasumsi tentang penangkapan mereka. "Yang penting, kita perlindungan dan keberpihakan warga," jelasnya.
(rif/)











































