Proses Belajar Mengajar di NAD dalam Keterbatasan

Proses Belajar Mengajar di NAD dalam Keterbatasan

- detikNews
Minggu, 27 Feb 2005 01:01 WIB
Jakarta - Keterbatasan sarana dan prasarana tidak menghalangi proes belajar mengajar di Provinsi NAD pasca bencana tsunami. Ada ruang kelas yang diisi hingga 70 siswa. Dalam keadaan normal rata-rata setiap ruang kelas diisi 40 siswa. Kelas padat seperti itu diharapkan tidak berlangsung lama sehinga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan semestinya. Para guru diimbau tidak mengambil tindakan kepada siswa yang tidak mengenakan seragam. Untuk meningkatkan mutu pendidikan juga diadakan les bagi siswa korban tsunami. Tempatnya tidak harus di sekolah tetapi dapat juga di tempat yang memungkinkan siswa belajar.Menurut informasi Media Center LIN yang diterima detikcom, Sabtu (26/2/2005), bencana gempa dan tsunami 26 Desember 2004 lalu menghancurkan 175 gedung sekolah. Sementara, 30 persen pengajar dinyatakan hilang. Padahal sebelum bencana, NAD kekurangan 17 ribu guru. Guru bantu yang ada hanya 5 ribu orang.Dinas Pendidikan Provinsi NAD mengimbau kepada sekolah yang luput dari terjangan tsunami menjalankan kurikulum sebagaimana mestinya. Selain itu, Dinas Pendidikan Provinsi NAD juga mengucapkan terima kasih kepada sekolah-sekolah yang bersedia menampung korban tsunami.Menurut Kasubbag Dinas Pendidikan Provinsi NAD Bustaman Malik, anak-anak korban tsunami tidak boleh dibiarkan larut dalam kesedihan. Mereka harus diarahkan masa depannya dengan mengupayakan agar dapat kembali bersekolah. (rif/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads