Kasi Kedaruratan BPBD Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo, mengatakan titik api awal diketahui di kawasan hutan di atas Dukuh Tritis, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali pada Sabtu (5/9) siang. Lokasi kebakaran di ketinggian 2.000 hingga 3.100 mdpl, mendekati kawasan puncak. Setelah mendapat laporan warga, tim gabungan dan relawan naik membantu pemadaman.
Namun karena bearnya api, angin kencang dan kondisi medan lokasi kebakaran yang berbukit-bukit dan jurang terjal, sehingga menyulitkan upaya pemadaman. Hingga Minggu malam, (6/9/2015), api belum berhasil dipadamkan dan dipastikan telah belasan hektar lahan hutan yang terbakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyebab kebakaran belum diketahui pasti. Saat ini kami masih konsentrasi pada pemadaman api yang berada di sekitar batu tulis. Sebab dikhawatirkan api akan merambat dengan cepat. Jangan sampai api merembet sampai kawasan hutan di kecamatan Ampel. Sebab jika itu terjadi, medannya lebih sulit lagi," ujar Kordinator Perlindungan dan Pengamanan BTNGMb, Kurnia Adi Wirawan, Minggu (6/9/2015).
Kebakaran di lereng Merbabu tersebut merupakan kejadian yang kedua kalinya sepanjang musim kemarau tahun ini. Kebakaran pertama terjadi akhir bulan lalu yang menghanguskaan puluhan hektar areal hutan di sisi Magelang, Boyolali hingga Semarang. (mbr/rvk)











































