Cegah Kebakaran Hutan Lagi, Jokowi Minta Pengawasan Ditingkatkan

Cegah Kebakaran Hutan Lagi, Jokowi Minta Pengawasan Ditingkatkan

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Minggu, 06 Sep 2015 19:04 WIB
Cegah Kebakaran Hutan Lagi, Jokowi Minta Pengawasan Ditingkatkan
Foto: Bagus Prihantoro
Jakarta - Hampir setiap musim kemarau selalu terjadi kebakaran hutan di Sumatera. Agar hal tersebut tak menjadi bencana tahunan, Presiden Joko Widodo meminta kementerian dan lembaga untuk lebih ketat dalam melakukan pengawasan.

"Saya ingatkan kepada seluruh kementerian lembaga, TNI/Polri dan semua yang terkait, yang terbaik adalah preventif," kata Jokowi di Dusun Garonggang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Minggu (6/9/2015).

"Sejak April sudah menggerakkan orang untuk mengawasi, mengontrol agar tidak terjadi kebakaran sejak awal. Jangan sudah kebakaran luas, ini menjadi sulit," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jokowi menjelaskan, saat ini sudah terjadi penurunan titik api yang semula 321 kini menjadi 129. Semula kawasan yang terbakar seluas 8.000 ha, kini berkurang 1.000 ha. Namun menurutnya hal itu tetaplah mengganggu.

"Saya tidak ingin lagi bicara masalah penyebabnya apa, solusinya apa. Semuanya sudah tahu apa yang harus dilakukan," ujarnya.

Ia meminta agar semua aparat terkait segera menyelesaikan pemadaman api. Kemudian dilakukan pengusutan terkait kebakaran hutan tersebut apakah itu karena kelalaian ataupun dilakukan secara sengaja.

"Sekarang ya sudah, kerjakan di lapangan. Tapi tahun depan pencegahan harus dinomorsatukan," tegasnya.

Ia juga meminta kepada kepolisian agar menindak secara tegas perusahaan yang melanggar peraturan. Sebab perusahaan juga harus bertanggungjawab terhadap lingkungan sekitarnya.

"Sudah saya perintahkan ke Kapolri untuk ditindak setegas-tegasnya, sekeras-kerasnya untuk perusahaan yang tidak mematuhi. Tidak sekali dua kali kita sampaikan. Karena mereka sebetulnya juga harus bertanggung jawab terhadap kanan kirinya, terhadap hak yang sudah kita berikan kepada mereka," tutupnya.

(khf/nrl)


Berita Terkait