"Melalui teman-teman di fraksi, kami mendorong masyarakat bahwa penanganan saat ini cukup terlambat. Kami konkrit akan terus mengawasi agar penyelesaian ini cepat dan tak terlalu lama," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono saat jumpa pers di kantor DPP Partai Demokrat, Jl.Kramat Raya, Jakarta, Minggu (6/9/2015).
Ibas menilai bahwa pemerintah saat ini terlalu fokus pada masalah yang lain. Sedangkan kasus kabut asap terabaikan. "Bukan berarti isu-isu lain tak penting, tapi kalau ada di depan mata segera selesaikan," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalah asap tentu tidak bisa dilepaskan dari gejala alam. Partai Demokrat sebenarnya ingin mengharapkan apa yang sudah dilakukan (pemerintah sebelumnya) secara baik agar dilanjutkan dan tentunya tidak bisa segala sesuatunya dibuat tenang saja," ucap Amir.
Amir juga mengharapkan bila penanganan kabut asap ini memerlukan waktu, pemerintah harus jelaskan kepada masyarakat. "Kalau memang penanganannya memerlukan waktu tentunya harus dijelaskan kepada masyarakat," tutupnya.
Menurut Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan juga mengatakan, pemerintah harus secara konkrit mengatasi masalah ini.
"Kami tahu pasti BNPB sudah mulai bergerak dan juga pemerintah daerah sudah bekerja sebaik-baiknya. Kami ingin pemerintah secara konkrit menanganinya," ujar Syarif di tempat yang sama.
Syarif menambahkan bahwa partainya sangat berpengalaman dalam mengatasi masalah kabut asap ini. Maka dari itu, PD sangat menerima apabila pemerintah membutuhkan bantuan.
"Partai Demokrat sangat berpengalaman dalam menghadapi asap selama 10 tahun terakhir. 2011 dan 2014 juga mengalami masalah asap. Alhamdulillah kader Partai Demokrat dalam hal ini Pak SBY dapat menghadapi langsung, konkrit bagaimana mengatasi masalah asap itu," lanjutnya.
Sementara itu, menurut Ketua DPP bidang Tanggap Darurat Umar Arsal, Partai Demokrat saat ini sudah memberikan bantuan berupa masker kepada masyarakat Riau. Selain itu, dalam waktu depan ini, Partai Demokrat juga akan menerbangkan 10 dokter untuk menangani masalah saluran pernapasan.
"Kami dari DPP sudah menyerahkan masker sesuai pesan ketua umum. Ada juga 10 dokter khususnya untuk penanganan ISPA yang akan kami berangkatkan," tuturnya.
Sebelumnya, pada Sabtu (5/9) pemerintah telah melakukan rapat koordinasi yang dihadiri Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Menteri ESDM Sudirman Said selaku Menteri LHK ad interim, perwakilan dari Kementerian LHK, serta Gubernur dari sejumlah provinsi antara lain Sumsel, Jambi, dan Riau. Dalam rapat koordinasi itu disepakati bahwa Panglima TNI dan Kapolri akan mendukung personil yang dibutuhkan pemda untuk "mengeroyok" api. Lalu, posko darurat di provinsi juga diminta lebih aktif. (yds/mad)











































