Bertempat di penginapan 912, Seksi Bimbingan Ibadah dan Pengawasan Kelompok Bimbingan menggelar visitasi bimbingan manasik. Jemaah yang ad di penginapan itu dikumpulkan untuk mendengar tausiyah dan bimbingan manasik secara interaktif.
"Kita dari tim bimbingan ibadah daker Makkah membuat program namanya visitasi bimbingan manasik di semua sektor. Hari ini sudah dua sektor kita singgahi dan mungkin ini yang terakhir untuk hari ini. Kita sudah programkan semua sektor agar minimal satu hari itu satu kali bimbingan," tutur Kepala Seksi Bimbingan Ibadah dan Pengawasan Kelompok Bimbingan PPIH Arab Saudi, Tawwabuddin Muhammad Mulyana usai acara tersebut, Sabtu (5/9/2015).
Bimbingan manasik haji ini ditujukan untuk memperkuat materi manasik yang sudah diterima jemaah di Tanah Air sebelumnya. Termasuk juga mengingatkan jemaah jika ada materi yang lupa atau ragu.
"Untuk itu tujuan yang diharapkan dari visitasi bimbingan manasik ini adalah menguatkan kembali materi bimbingan manasik yang sudah diberikan di Tanah Air, baik oleh pemerintah maupun masyarakat," katanya.
Dalam visitasi di penginapan 912 Hotel Tharwat Zam-zam itu jemaah mengajukan pertanyaan bagaimana pergerakan saat musim haji kelak. Saat wukuf di arafah hingga lempar jumroh lalu tahallul.
"Saya ingin tahu bagaimana waktu di wukuf dan perjalanan jumroh di Mina, Muzdalifah," tanya Mat Nurrohman dari Balikpapan.
Petugas PPIH Arab Saudi Profesor Aswadi yang merupakan guru besar Ilmu Quran dan Tafsir UIN Sunan Ampel, Surabaya, menjelaskan tata cara beribadah di tempat-tempat itu kurang lebih selama 15 menit. Dengan menggunakan bantuan 4 jemaah sebagai model, Aswadi mengingatkan kembali cara beribadah mulai dari berangkat wukuf sampai dengan tahallul.
"Yang dibawa ketika wukuf itu tas tenteng saja, tidak usah koper besar. Isinya baju, sarung, sikat, odol, masker," katanya di awal pembicaraannya.
Visitasi ini diapresiasi oleh jemaah yang memenuhi lantai 1 hotel, tempat acara berlangsung. Dia berharap kelak bisa menjadi haji mabrur di ujung perjalanannya di Tanah Suci.
"Alhamdulillah dengan adanya bimbingan baik di tanah air maupun di tanah suci, kami sangat menghargai dan memahami," kata Muhammad Anwar Ali dari Samarinda.
(gah/Hbb)











































