"Rombongan berjumlah 14 orang beserta dengan staf sekretariat. Tidak benar bahwa rombongan berjumlah 67 orang," kata staf khusus Ketua DPR bidang komunikasi politik, Nurul Arifin kepada detikcom, Jumat (4/9/2015).
Novanto dan rombongan DPR juga sudah menjadi sorotan karena hadir dalam konferensi pers capres AS, Donald Trump. Padahal, menurut Nurul, pertemuan dengan Trump bukan merupakan suatu dukungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurul kemudian membeberkan rincian agenda delegasi DPR selama di Amerika Serikat. Rombongan yang dipimpin oleh Ketua DPR Setya Novanto ke AS dalam rangka perjalanan dinas untuk memenuhi undangan Konferensi Ketua Parlemen Dunia ke-4 yang berlangsung dari tanggal 31 Agustus-2 September 2015.
Setelah itu, rombongan bertemu dengan Donald Trump untuk membangun networking dalam rangka memperkuat investasi Trump di Indonesia. Rombongan lalu diajak menghadiri konferensi pers dan ajakan itu dipenuhi sebagai bentuk sopan santun.
"Sebagai orang timur yang memiliki kesantunan, ajakan tersebut dipenuhi. Bukan sebagai bentuk dukungan politik," tutur Nurul.
Nurul membenarkan bahwa selain di New York, delegasi DPR juga berkunjung ke Los Angeles dan Washington DC. Kunjungan Ketua DPR itu dalam rangka menjadi pembicara dalam berbagai forum dan bertemu diaspora Indonesia.
Sebelumnya, di jejaring sosial Facebook beredar foto Nurul Arifin dan anggota Komisi I Tantowi Yahya disertai penjelasan singkat. Akun Kolman Saragih menulis bahwa rombongan legislatif Indonesia berjumlah paling banyak dalam sidang parlemen sedunia di New York.
'Rombongan legislatif Indonesia untuk meeting UNDP di New York sebanyak 73 orang. Negara lain paling banyak 8 orang. Delegasi negara lain sudah pada pulang tapi delegasi negara kita masih jalan ke Washington DC dan San Fransisco. Foto ini diambil di corner 442nd, mereka menginap di hotel Millenium, harga hotel 650 us dollar per malam per kamar, luarr biasa ya bapak rakyat kita ini,' tulis akun tersebut.
![]() |












































