"Sering kita dengar mMengapa sering terjadi kebakaran, sebenarnya yang terbakar bukan hutan, melainkan semak belukar dan gambut. Kalau terendam di air, pasti tidak akan terbakar, tapi dari data BMKG kemarau terus menerus, jadi 2 bulan tidak terkena hujan, sampai gambut terbakar sedikit saja pasti akan sulit dipadamkan, keculai terendam air lagi," urai Alex menyebut penyebab kebakaran lahan.
Alex menyampaikan itu usai rapat penanggunalangan bencana asap di Kementerian LHK di Manggala Wanabakti, Senayan, Jakarta, Minggu (5/9/2015). Hadir dalam pertemuan ini Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, serta Sekjen LHK, dan Menteri ESDM Sudirman Said yang ad interim menggantikan Menteri LHK Siti Nurbaya yang tengah melakukan kunjungan ke luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini, 14 Hotspot dan saya yakin 70% persen 10 titik diantaranya sudah berhasil dipadamkan. Dengan heli dan Satgas yang ada sore bisa habis spotnya. Penyebaran asap terjadi karena angin bergerak ke utara, sehingga dari berita yang kita dengar 80% Sumatera tertutup asap. Kota pekanbaru tertutup makanya ada delay pesawat," terangnya.
"Dari tahun 2014 sudah ada. Koordinasi tiap hari kerja sama dengan BMKG, mulai data tersebut kita memgambil langkah, masalah penegakan hikum kita liat perusahaan dan masyarakat melanggar bisa langsung dideteksi dan diketahui," tambahnya lagi.
(dra/dra)











































