Mengapa Kebakaran Lahan Sering Terjadi? Ini Penjelasan Gubernur Sumsel dan Riau

Mengapa Kebakaran Lahan Sering Terjadi? Ini Penjelasan Gubernur Sumsel dan Riau

Aditya Fajar, - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2015 17:54 WIB
Mengapa Kebakaran Lahan Sering Terjadi? Ini Penjelasan Gubernur Sumsel dan Riau
Foto: Chaidir Anwar Tanjung
Jakarta - Mengapa kebakaran rutin terjadi? Pertanyaan tersebut banyak menyeruak. Wilayah Sumatera, seperti Jambi, Riau, dan Sumsel menjadi langganan. Ada dugaan oknum-oknum pembakar lahan sengaja melakukannya. Tapi mungkin bisa disimak jawaban Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

"Sering kita dengar mMengapa sering terjadi kebakaran, sebenarnya yang terbakar bukan hutan, melainkan semak belukar dan gambut. Kalau terendam di air, pasti tidak akan terbakar, tapi dari data BMKG kemarau terus menerus, jadi 2 bulan tidak terkena hujan, sampai gambut terbakar sedikit saja pasti akan sulit dipadamkan, keculai terendam air lagi," urai Alex menyebut penyebab kebakaran lahan.

Alex menyampaikan itu usai rapat penanggunalangan bencana asap di Kementerian LHK di Manggala Wanabakti, Senayan, Jakarta, Minggu (5/9/2015). Hadir dalam pertemuan ini Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, serta Sekjen LHK, dan Menteri ESDM Sudirman Said yang ad interim menggantikan Menteri LHK Siti Nurbaya yang tengah melakukan kunjungan ke luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara menurut Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman di wilayahnya yang paling berdampak itu Pekanbaru. Sekitar 10 hari yang lalu delay jadwal penerbangan pesawat selama beberapa jam, dan juga kemarin. Di wilayahnya ada 10 titik hotspot.

"Hari ini, 14 Hotspot dan saya yakin 70% persen 10 titik diantaranya sudah berhasil dipadamkan. Dengan heli dan Satgas yang ada sore bisa habis spotnya. Penyebaran asap terjadi karena angin bergerak ke utara, sehingga dari berita yang kita dengar 80% Sumatera tertutup asap. Kota pekanbaru tertutup makanya ada delay pesawat," terangnya.

"Dari tahun 2014 sudah ada. Koordinasi tiap hari kerja sama dengan BMKG, mulai data tersebut kita memgambil langkah, masalah penegakan hikum kita liat perusahaan dan masyarakat melanggar bisa langsung dideteksi dan diketahui," tambahnya lagi.

(dra/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads