Kereta Cepat Jakarta-Bandung Batal, Ridwan Kamil : Mending Monorel Dulu

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Batal, Ridwan Kamil : Mending Monorel Dulu

Avitia Nurmatari - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2015 17:20 WIB
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Batal, Ridwan Kamil : Mending Monorel Dulu
Foto: Avitia Nurmatari
Bandung - Presiden Joko Widodo membatalkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Mengetahui kabar tersebut Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku pasrah dengan keputusan orang nomor satu di Indonesia itu.

"Bukan batal, kalau pakai APBN tidak memungkinkan. Tapi kalau B To B silakan," kata pria yang akrab disapa Emil itu di Jalan Bima, Cicendo, Bandung, Sabtu (5/9/2015).

Namun jika memang dibatalkan, Emil mendukung apapun keputusan pimpinan tertinggi di Indonesia itu. Karena menurutnya Pemkot Bandung hanya sebagai penerima manfaat dari kereta tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu kan rencana pemerintah pusat kita hanya terima manfaat. Kalau pemerintah pusat menyatakan belum memungkinkan, ya mau gimana lagi, kita mah ikut saja," ungkapnya.

Emil tidak akan memaksakan diri untuk mewujudkan kereta tempat di Bandung. Menurutnya, proyek dengan dana fantastik itu tidak mungkin diambil alih oleh Pemprov DKI Jakarta maupun Pemkot Bandung.

"Tidak bisa. Rp 70 triliun itu mah mending buat monorel dulu," kata Emil.

Presiden Joko Widodo memutuskan menolak proposal China dan Jepang terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 150 Km. Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dengan kecepatan 350 Km/jam dipastikan tak diteruskan.

Hal itu diungkapkan Menko Perekonomian Darmin Nasution usai menggelar rapat di Kementerian Koordinator PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2015).

Darmin mengatakan untuk Jakarta-Bandung yang akan dikembangkan oleh pemerintah adalah kereta dengan kecepatan menengah atau 200-250 km/jam, bukan kereta cepat 350 km/jam. Alasannya dengan 5-8 stasiun sepanjang 150 km, maka kereta cepat Jakarta-Bandung tak akan mencapai kecepatan maksimal 350 km/jam.

Saat ini, pemerintah menunggu pengajuan proposal baru soal kereta kecepatan medium 200-250 km/jam, termasuk membuka kesempatan lagi kepada Jepang dan China untuk mengajukan penawarannya.

Perbandingan kereta cepat dengan kereta kecepatan menengah, waktu tempuhnya hanya selisih sekitar 11 menit. Selain itu, dana yang dapat dihemat mencapai 30-40% bila membangun kereta berkecepatan menengah daripada kereta cepat.

(avi/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads