Sudah tiga hari belakangan ini, aktivitas bandara SSK II Pekanbaru lumpuh akibat kabut asap. Satu sisi, yang namanya tugas untuk ke Jakarta, tentunya harus dilaksanakan.
Misalkan saja, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru Marsekal Pertama (Marsma) Henri Alfiandri. Orang nomor satu di jajaran TNI AU di Pekanbaru ini harus mengikuti pelatihan Angkasa Yuda di Bandung pada hari ini, Sabtu (5/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi yang sama juga dialami, Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachnan. Tadi malam, Andi Rachman, begitu sapaan akrabnya Arsyadjuliandi Rachman juga harus melalui jalur darat ke Bandara Minangkabau International Airport (MIA).
Andi Rachman, sore kemarin mendadak dipanggil Presiden Jokowi untuk melakukan rapat koordinasi penanganan kabut asap. Akhirnya, tadi malam Andi juga harus menuju Jakarta lewat Bandara di Padang.
"Karena pesawat tak bisa mendarat, jadi tadi malam Pak Plt harus jalur darat terlebih dahulu ke Padang. Dari Padang, tadi pagi melanjutkan ke Jakarta," kata Kepala Biro Humas, Pemprov Riau, Darusman.
Perjalanan dari Pekanbaru menuju Padang via darat tentunya cukup melelahkan. Paling tidak harus ditempuh dengan perjalanan antara 7 sampai 8 jam.
"Tapi mau bagaimana lagi, kalau tidak lewat via darat ke Padang, tentunya tidak bisa dengan cepat ke Jakarta," timpal Kapentak Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Kapten Rizwar.
Kondisi kabut asap yang melanda Pekanbaru memang sempat melumpuhkan Bandara SSK II Pekanbaru. Namun hari ini, sekitar pukul 15.30 WIB, sejumlah maskapai sudah bisa mendarat.
(cha/dra)











































