"Tidak ada nilainya perkumpulan atau organisasi kecuali dapat memperjuangkan untuk menyerukan komitmen demi menuntaskan kemiskinan dan menggerakkan keislaman untuk menghadirkan kesejahteraan," ujar Said Aqil dalam sambutannya pada acara sholawat dan istighotsah Nahdlatul Ulama (NU) di masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2015).
Menurutnya, terdapat tiga kekayaan di Indonesia yang harus senantiasa dimanfaatkan oleh masyarakat, yakni air, energi serta hutan. Sehingga dengan kekayaan tersebut, Said berharap Indonesia dapat bersaing dengan negara lain dalam hal pertumbuhan ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Said menjelaskan NU sebagai organisasi islam menjadi penengah dalam penyelesaikan konflik. Karena NU hadir untuk kesatuan bangsa dan pengkokohan NKRI.
"NU berperan pengawal bangsa, NU meminta pemerintah teguh terhadap kesejahteraan negara sesuai dengan kaedah yang ada. Pemimpin ada untuk kesejahteraan rakyatnya agar tidak terpecah belah," jelasnya.
(fan/dra)










































