Cerita Komjen Anang yang Kerap Diragukan Jadi Polisi, Tapi Sukses Tangani Kasus

Cerita Komjen Anang yang Kerap Diragukan Jadi Polisi, Tapi Sukses Tangani Kasus

M Iqbal - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2015 15:03 WIB
Cerita Komjen Anang yang Kerap Diragukan Jadi Polisi, Tapi Sukses Tangani Kasus
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Anang Iskandar mendapat tugas baru sebagai Kabareskrim menggantikan Komjen Budi Waseso. Anang menjawab keraguan orang tentang perannya di kepolisian.

"Saya sejak jadi polisi orang melihat saya banyak ragu, nggak mungkin jadi polisi. Saya tulis di blog saya. Ketika masuk polisi, nggak mungkin anak tukang cukur jadi polisi," cerita Anang Iskandar dalam diskusi di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakpus, Sabtu (5/9/2015).

Namun anak tukang cukur itu akhirnya masuk kepolisian dan lulus Akpol tahun 1982. Karir Anang pun berjalan cepat dari Wakapolsek Denpasar Kota, Kapolsek Denpasar Selatan, Kapolsek Kuta, Kasat Serse Tangerang, hingga menjadi Kapolres Kediri, Jawa Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Begitu jalan saya sudah menjadi Kapolres, teman-teman yang bilang nggak mungkin, sekarang di bawah saya jauh," ujar polisi yang hobi menulis dan melukis itu.

"Jadi memang kadang orang hanya melihat kulit, tapi perjalanannya ternyata sekarang bintang 3. Boleh dikatakan paling muda di angkatan saya," imbuhnya.

Begitu terus karirnya menanjak hingga akhirnya menjadi Kepala BNN pada tahun 2012. Berbagai kasus besar pun terungkap mulai dari menangkap bandar besar buron no 1 negara-negara se-Asia, hingga pengungkapan kasus ganja seberat 8 ton.

"Pengiriman ganja 8 ton, dengan cara kita akhirnya bisa ketangkap jaringannya lengkap, ada penerima, yang biayai, 9 orang dengan cara yang memang tidak bisa menangkap kejahatan dengan gembar gembor," papar polisi kelahiran Mojokerto itu.

Tak sampai situ, ujiannya sebagai kepala BNN berlanjut saat sebanyak 10 tahanan bandar narkoba kabur pada pertengahan tahun ini. Anang dicecar komisi III DPR yang mempertanyakan lemahnya pengawasan. Tapi akhirnya tanggungjawab itu kembali dia tunaikan dengan menangkap kembali 10 bandar itu.

"Saya hanya minta Tuhan, saya bisa tangkap lagi lengkap, saya pasti tangkap. Ternyata ketangkap semua," ujarnya.

"Banyak yang under estimate. Tapi alam saksikan dan waktu yang akan membuktikan," imbuhnya tersenyum. (bal/dra)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini