Rekayasa Cuaca dan Water Bombing Jadi Prioritas untuk Padamkan Titik Api

Rekayasa Cuaca dan Water Bombing Jadi Prioritas untuk Padamkan Titik Api

Aditya Fajar, - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2015 14:42 WIB
Rekayasa Cuaca dan Water Bombing Jadi Prioritas untuk Padamkan Titik Api
Foto: Aditya Fajar
Jakarta - Pemerintah akan berupaya keras melakukan pemadaman titik api yang menyebabkan bencana asap. Cara yang dilakukan dengan rekayasa cuaca dan water bombing.

"Karena saat ini masih musim kemarau, jadi kita gunakan teknologi modifikasi cuaca. Di setiap kabupaten-kabupaten diprioritaskan untuk pemadaman lewat udara dengan menggunakan water bombing di daerah hotspot," jelas Sekjen Kementerian LHK, Bambang Hendroyono, Sabtu (5/9/2015).

Menurut dia, pihak Kementerian LHK, TNI, Polri, BNPB, dan semua pihak sepakat untuk menyelesaikan secepat mungkin bencana asap, kebakaran lahan dan hutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sementara posko memantau beberapa titik prioritas yang nantinya bisa dilakukan pemadaman darat dan udara, titik-titik rawan api dan asap," jelas dia.

Posko pemantauan titik api dan pemadaman akan bekerja 24 jam serta langsung dikomunikasikan di media center, sehingga masyarakat dapat memantau langsung operasi pemadamam lahan.

"BBPD, gubernur, yang hadir dalam rapat ini sepakat untuk penanggulangan koorperasi darurat asap ini sama dengan penanganan dari BNPB pusat, sehingga tidak ada lagi miss dilapangan," urai dia.

Dalam rapat di Kementerian LHK itu hadir gubernur dari Sumsel, Jambi, dan Riau serta Panglim TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Menteri ESDM ad interim Menteri LHK, Sudirman Said (dra/dra)


Berita Terkait