PDIP Desak MKD Usut Motif Pimpinan DPR Hadiri Kampanye Donald Trump

PDIP Desak MKD Usut Motif Pimpinan DPR Hadiri Kampanye Donald Trump

M Iqbal - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2015 00:10 WIB
PDIP Desak MKD Usut Motif Pimpinan DPR Hadiri Kampanye Donald Trump
Foto: Bloomberg via Getty Images
Jakarta - Pertemuan Ketua DPR Setya Novanto dan wakilnya Fadli Zon dengan capres Amerika Serikat Donald Trump, menuai kritikan di dalam negeri. Politisi PDIP Adian Napitupulu menyebut pertemuan itu tak pantas dilakukan oleh pimpinan DPR dalam konteks Trump sedang kampanye.

"Kehadiran Setya Novanto dan Fadli Zon sangat menyakitkan bagi bangsa Indonesia," kata Adian Napitupulu yang juga anggota komisi II DPR itu dalam pesan singkat, Jumatย  (4/9/2015).

Mantan aktivis 98 itu mengatakan, kehadiran politisi Golkar dan Gerindra dalam acara kampanye capres AS Donald Trump merendahkan martabat Indonesia dan menjadikan DPR dari lembaga tinggi negara menjadi hanya sekelas tim sukses capres Amerika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mahkamah Kehormatan Dewan serta Badan Intelijen Negara harus melakukan penyidikan menyeluruh atas beberapa hal terkait kehadiran Ketua dan wakil ketua DPR di kampanye Pilpres Amerika," terang Adian.

"Lalu menyelidiki apakah ada konsesi atau deal-deal antara Setya Novanto dan Fadli Zon dengan Donald Trump atau tidak?" tanyanya.

Bagi Adian, kehadiran kedua pimpinan DPR itu sudah menempatkan DPR dan Indonesia sebagai negara masuk dalam pertarungan politik negara lain. Keterlibatan itu dianggap melanggar azas bebas aktif yang dianut Indonesia dalam hubungan internasional.

"Tidak bisa dipungkiri langkah ketua DPR dan wakil ketua DPR itu tidak menguntungkan bagi Indonesia. Karena implikasi dari kehadiran kedua orang itu sangat berbahaya bagi martabat dan kedaulatan Merah Putih," tegasnya.

Adian bahkan mendesak kedua pimpinan DPR itu tak lagi menjabat pimpinan DPR. Dia juga mendorong partai asal keduanya mengevaluasi Novanto dan Fadli. "Kalau itu tidak dilakukan, rakyat akan menganggap kehadiran kedua orang itu disetujui oleh partainya masing-masing," ucapnya.

Sebelumnya, Fadli Zon membantah secara sengaja menghadiri kampanye Donald Trump. Dia dan Novanto diundang dan dijamu oleh Trump spontan, lalu dalam jumpa pers keduanya diperkenalkan ke publik Amerika. Dalam pertemuan itu sempat membahas rencana investasi Trump di Indonesia. (bal/dhn)


Berita Terkait