"Kita harapkan September ini darurat asap bisa kita atasi," ujar Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Hendroyono di Kantor Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2015).
Bambang mengatakan, pihaknya bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), TNI dan Polri bekerja keras untuk memadamkan api yang membakar lahan dan hutan di Sumatera dan Kalimantan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menjelaskan, upaya yang paling mudah dilakukan saat ini yakni pemadaman lewat jalur darat, di mana telah ada tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, pemda setempat dan pihak perusahaan. Namun kegiatan utama yang dilakukan yakni dengan melakukan water bombing nyang telah dilakukan di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.
"Upaya pemadaman melalui udara ini akan dibantu oleh peralatan dari BNPB dan TNI-Polri. Sehingga kami besok akan melakukan rapat koordinasi dengan mengundang seluruh jajaran terkait baik itu Pangdam, dan Dandrem 5 provinsi. Yang akan kita lakukan tentunya juga melakukan sosialisasi pada masyarakat untuk bantu kami semua memadamkan api dan kesadaran serta kepedulian masyarakat untuk tidak membakar area dalam rangka penyiapan lahannya. Kita akan lakukan upaya-upaya mengecek apakah ada pihak-pihak atau oknum yang menjadi backing penyiapan lahan tersebut," jelas Bambang.
Sementara itu, Bambang mengatakan, jumlah titik api di Sumatera saat ini mencapai 95 titik, yakni di Riau 10, Jambi 23, dan Sumatera Selatan 62. Sedangkan di Kalimantan ada 61 titik, yakni di Kalimantan Barat 29, Kalimantan Tengah 32.
"Dengan kondsi hot spot seperti ini, kita sudah memantau untuk ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) di seluruh Sumatera maupun Kalimantan masih dalam selang antara 50-100 dalam kondisi moderat (normal). Sementara sebelumnya, sampai dengan 50 kondisi baik. Kami tidak ingin kondisi ISPU ini melebihi 100 yang sudah masuk kategori tidak sehat," katanya. (jor/dhn)










































