"Kami bertukar pikiran bagaimana memajukan demokrasi dan Islam yang rahmatan lil alamin, termasuk di dalamnya kami bicara soal radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme," tutur Jokowi dalam pernyataan pers bersama di Ruang Kredensial Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2015).
Selain itu RI juga meminta bantuan agar pemerintah Mesir melindungi WNI yang tinggal di sana. Jokowi menyebutkan banyak WNI tinggal di Mesir untuk bekerja dan belajar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi Presiden Jokowi, Al-Sisi kemudian menekankan pentingnya kerja sama untuk memberantas terorisme. Sehingga pembangunan tak terhambat oleh aksi teror.
"Kita sepakat untuk hubungan bilateral dua negara dan komunikasikan hadapi bersama beberapa tantangan saat ini. Salah satunya memberantas terorisme dan radikalisme. Selain itu juga tantangan-tantangan pembangunan yang dihadapi kedua negara," ungkap Al-Sisi berbahasa Arab. (bpn/mok)











































