"Buat apa gengsi segala menaikkan status menjadi tanggap darurat. Hilangkan dululah rasa gengsi. Jangan gara-gara gengsi 6 juta rakyat Riau menderita," kata Wakil Ketua DPRD Riau, Novialdi Jusman, kepada detikcom, Jumat (4/9/2015).
Menurut Novialdi, tim Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, selama ini sudah bekerja maksimal. Mulai dari anggota BPBD, TNI/Polri masyarakat peduli api, semuanya berjibaku memadamkan api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, menyatakan tanggap darurat bukanlah persoalan pada ketidakmampuan. Melainkan tim Satgas di Riau memang perlu keroyokan untuk segera memadamkan api.
"Saya menyayangkan kalau Plt Gubernur Riau tidak mau meningkatkan status menjadi tanggap darurat. Ini asap sudah tak terkendali, sudah ribuan masyarakat Riau terserang penyakit. Kenapa masih harus ada gengsi di urusan ini," tegas politikus Demokrat itu.
Apa lagi katanya, kini polusi udara di Pekanbaru sudah pada level terburuk yakni berbahaya. Dunia pendidikan lumpuh, bandara juga lumpuh.
"Masak libur sekolah harus diperpanjang hanya karena asap. Bagaimana mutu pendidikan di Riau kalau persoalan asap terus menerus diliburkan. Jadi, sudahlah, lebih baik kita minta bantuan pemerintah pusat untuk sama-sama menanggulanginya. Kasihan rakyat," tutup Noviwaldi.
Sebelumnya, Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman menegaskan belum saatnya meningkatkan status tanggap darurat. Tim Satgas diyakini masih mampu menanggulangi kebakaran lahan di Riau.
"Saya kira tidak perlu peningkatan status dari siaga menjadi tanggap darurat," kata Arsyadjuliandi. (cha/try)











































