Berlagak Bos, Komplotan Perampok ini Incar Stik Golf di Rumah Mewah

Berlagak Bos, Komplotan Perampok ini Incar Stik Golf di Rumah Mewah

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 04 Sep 2015 18:14 WIB
Berlagak Bos, Komplotan Perampok ini Incar Stik Golf di Rumah Mewah
Foto: Mei Amelia/detikcom
Jakarta - Banyak modus yang dilakukan para perampok. Salah satunya dengan cara bertamu. Seperti para perampok ini yang berlagak bos dan mengaku sebagai teman majikannya. Pembantu pemilik rumah pun tertipu.

Seperti yang dilakukan oleh Priyanto (54) dan Wempi Lotulung (54). Dua sekawan yang sama-sama lahir tanggal 9 Mei 1964 ini telah melakukan aksi perampokan di 8 TKP di wilayah Jakarta.

"Modus mereka ini datang ke rumah korban, pura-pura bertamu, lalu bilang ke pembantu, bahwa mereka disuruh majikan pembantu tersebut untuk mengambil stik golf di rumah korban," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (4/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Buddy Towoliu menjelaskan, para pelaku ini berkomplot dengan penadah bernama Badrin.

"Badrin ini punya toko khusus perlengkapan golf, dia biasa menerima barang hasil curian dari komplotan ini," kata Buddy.

Sebelum menyasar lokasi, Priyanto dan Wempi 'berkoordinasi' dengan Badrin. Dari Badrinlah, dua pelaku ini mengetahui rumah yang akan diincar adalah orang yang hobi main golf.

"Tersangka Priyanto ini mencari tahu siapa orang yang hobi golf yang di rumahnya kira-kira punya banyak stik golf. Sama si Badrin ini dikasih data-data korban, termasuk alamat rumah korban," jelasnya.

Salah satu korban bernama Anshari yang berada di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, yang didatangi kedua pelaku pada tanggal 19 Agustus lalu. Kedatangan keduanya yang menggunakan mobil sewaan Daihatsu Terios silver bernopol B 1830 FKK itu disambut oleh pembantu di rumah korban.

"Salah satu pelaku yang menggunakan baju safari, seolah-olah sopir 'bosnya' (kawan pelaku) mengatakan pada pembantu korban, bahwa dia disuruh oleh majikan pembantu tersebut untuk mengambil stik golf di rumahnya," jelasnya.

Namun, pembantu yang kurang yakin itu mengatakan kepada pelaku hendak menghubungi majikannya terlebih dahulu. Sejurus kemudian, salah satu pelaku yang berlagak seperti bos yang berpura-pura jadi teman majikan pembantu, berpura-pura menghubungi majikan pembantu tersebut.

"Oh. Ini..ini saya sedang telepon, katanya ambil saja," ucap Buddy menirukan pelaku.

Pembantu yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi, akhirnya mempersilakan kedua pelaku masuk. Setelah di dalam rumah, kedua pelaku ini kemudian mengangkat 5 bag stik golf yang berisi belasan stik golf di rumah tersebut.

"Stik golf curian itu dihargai bervariatif sesuai jenisnya. Untuk harga stik golfnya sendiri, kalau beli secara legal itu bisa mencapai Rp 60 juta," tutupnya.

Tidak hanya itu, para pelaku juga mengambil barang-barang lain seperti kamera handycamm, tripod, handphone, jam tangan Gereva dan barang berharga lainnya.

Aksi para pelaku ini terbongkar karena terekam CCTV. Kedua pelaku yang saat itu menggunakan mobil Daihatsu Terios B 1830 FKK itu tidak sempat mengganti pelat nomornya sehingga terlacak aparat polisi.

(mei/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads