![]() |
Anang yang lahir di Kota Mojokerto 57 tahun silam buah hati dari pasangan Raunah (86) dan almarhum Suyitno Kamarijaya. Dia hidup dalam keluarga yang sederhana bersama 5 saudaranya di Jalan Empunala, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Ditemui di rumahnya, Jumat (4/9/2015), Raunah menuturkan kenangan semasa kecil Anang saat hidup di Kota Onde-onde. Menurutnya, saat masih kecil, putra ke duanya itu adalah sosok anak yang giat bekerja membantu orang tuanya untuk menyambung hidup.
Maklum saja, ayah Anang hanya seorang tukang cukur rambut yang biasa mangkal di Pasar Tanjung Anyar. Sedangkan Raunah sendiri membuka warung kecil-kecilan di rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjadi polisi, menurut Raunah, sebenarnya bukan keinginan Anang muda kala itu. Setelah tamat dari SMA TNH Kota Mojokerto, putra ke dua dari 6 bersaudara pasangan Raunah dan almarhum Suyitno itu ingin melanjutkan pendidikannya ke sekolah tinggi.
Namun, kondisi ekonomi orang tuanya yang serba pas-pasan waktu itu membuat Anang muda memutuskan mendaftar ke Akademi Kepolisian yang saat itu masih Akabri. "Mas Anang setelah lulus SMA minta kuliah, zaman dulu hanya kena Rp 300 ribu tapi saya endak bisa bayar. Akhirnya dia daftar Akabri diterima," ungkap Raunah.
Setelah lulus dari akademi kepolisian tahun 1982 silam, jabatan pertama yang diemban Anang adalah Waka Polsek Denpasar Kota di Bali. Setelah itu, karir Anang terus merangkak naik. Tahun 2011, Anang menjabat Kapolda Jambi.
Setahun kemudian, dia dipercaya menjabat Kadiv Humas Polri, kemudian Gubenur Akpol dan berlabuh di jabatan Kepala BNN sejak 2012 sampai 3 September 2015. Kini, suami almarhum Ike Yuni Candra Dewi itu bakal menjabat Kabareskrim Polri menggantikan posisi Komjen Pol Budi Waseso.
Kabar terpilihnya Anang sebagai Kabareskrim membuat Raunah turut bahagia. Nenek yang kini tinggal serumah dengan cucunya atau putra ke dua Anang itu rajin berdoa untuk keselamatan selama mengemban jabatan sebagai Kabareskrim.
"Saya tambah senang Mas Anang menjadi Kabareskrim. Tiap salat saya doakan agar tidak ada apa-apa, agar selamat, sehat, kuat, dan tambah sukses," ujarnya.
Di mata Raunah, Anang merupakan sosok anak yang berbakti kepada orang tua. Bapak 5 anak itu selalu menyempatkan diri menyambangi ibunya setiap berkunjung ke Jawa Timur.
"Sering pulang ke sini, kalau ke Surabaya atau ke Jombang mampir, kasih uang saya sejuta," ungkapnya. (dra/dra)












































