Asap Ganggu Sekolah dan Lumpuhkan Bandara, ini Respons Plt Gubernur Riau

Asap Ganggu Sekolah dan Lumpuhkan Bandara, ini Respons Plt Gubernur Riau

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jumat, 04 Sep 2015 14:34 WIB
Asap Ganggu Sekolah dan Lumpuhkan Bandara, ini Respons Plt Gubernur Riau
Foto: Chaidir Anwar Tanjung
Pekanbaru - Sejumlah daerah di Riau diselimuti asap kebakaran lahan dan hutan. Dari hari ke hari, kondisinya kian parah. Dunia pendidikan dan aktivitas warga terganggu dan bandara lumpuh. Apa respons Plt Gubernur Riau?

Pemprov Riau masih terus bertahan dengan status Siaga Darurat, artinya penanganan penanggulangan kebakaran masih tanggung jawab pemerintah daerah. Jika status Tanggap Darurat, maka otomatis ini menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

"Saya kira kita belum perlu meningkatkan status, cukup siagalah, belum tanggap darurat. Tim kita masih terus berusaha melakukan pemadaman api," kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, dalam jumpa pers di Posko Siaga Darurat di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Jumat (4/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi Andi Rachman, sapaan akrab Arsyadjuliandi Rachman, walau saat ini dunia pendidikan sudah lumpuh, penerbangan juga tiarap, masyarakat sudah terserang penyakit, semua itu belum bisa dinaikkan status tanggap darurat.

"Nanti dululah, belum perlu ditingkatkan," tegas Andi Rachman.

Dalam kesempatan yang sama, Komandan Satgas Siaga Darurat, Brigjen Nurendi dalam kesempatan itu juga mengaku belum diperlukan status Tanggap Darurat.

"Saya tegaskan, belum perlulah meningkatkan status saat ini. Nanti kalau ditingkatkan, dikira kita tidak bekerja selama ini," kata Nurendi.

Danrem 031 Riau ini, menyebutkan, pihaknya saat ini sudah menerjunkan 186 personil prajurit TNI AD dalam melakukan pemadaman. Mereka di sebar di Kabupaten Kampar, Siak, Inhu dan Inhil.

"Ada barometernya untuk status Tanggap Darurat. Misalnya masing-masing kabupaten yang ada sudah berkirim surat menyatakan tidak mampu melakukan pemadaman. Sampai sekarang belum ada menerima surat tersebut dari kabupaten," kata Nurendi.

Dia juga menyebutkan indikator lainnya untuk naik status Tanggap Darurat, minimal selama tiga hari bandara lumpuh total.

"Nah sekarang, bandara kita hanya tidak beraktivitas pagi sampai siang. Sedangkan sore sampai malam aktivitas normal kembali. Jadi kita tidak perlu meningkatkan status," kata Nurendi.

Sementara itu pemerhati masyarakat, DR Rawa El Amady menyebutkan, Pemprov Riau tidak perlu gengsi untuk meningkatkan status menjadi Tanggap Darurat.

"Kenapa harus gengsi, kalau memang tidak mampu tidak ada salahnya meningkatkan status. Dengan demikian penanggulangan pemadamaan akan semakin cepat dibantu dari pemerintah pusat. Seperti tahun 2013 lalu, Panglima TNI langsung kerahkan ribuan prajuritnya ke Riau," kata Rawa.

Menurut Rawa, masyarakat tidak butuh apapun status saat ini. Yang dibutuhkan rakyat, bagaimana agar kabut  asap segara hilang.

"Kita melihat kondisi kabut asap ini pun menjadi urusan politik, saling gengsi. Kalau bisa cepat menanggulangi dengan status Tanggap Darurat, kenapa harus berlama-lama dengan status Siaga Darurat," tutup Rawa. (cha/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads