Namun dipastikan bila surat itu tidak benar alias bohong. KPK menegaskan, tidak pernah mengeluarkan surat itu termasuk di era Abraham Samad. Surat hoax itu ditandatangani Abraham Samad pada 14 Januari 2015.
"Itu hoax," tegas Plt Pimpinan KPK Johan Budi, Jumat (4/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya barusan cek ke penyidikan, dan itu hoax. Formaat surat penyidikannya saja berbeda," tutup Johan. (kha/dra)











































