"Sudah ada laporan dari jemaah. Tapi sudah kejadian," kata petugas dari sektor khusus AKP Uning Haryani di kantornya, Jumat (4/9/2015).
Uning mengatakan jemaah asal Cilacap itu awalnya kehilangan sandal. Di tengah-tengah kebingungan itulah, seseorang berwajah Indonesia mendekatinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di saat jemaah lengah, uang pun berpindah tempat. Uning mengatakan pelaku kejahatan tampaknya sudah mengetahui tempat biasa jemaah menyimpan uangnya.
"Terus diambil saja langsung pergi," katanya.
Cerita serupa disampaikan oleh Iya Sopiyan (56) yang sedang menunggu salat Maghrib di Masjidil Haram beberapa waktu lalu. Salah seorang kawannya ditipu atau dicopet ketika sedang naik taksi di Madinah.
"Orangnya sudah tua. Nggak tahu gimana ceritanya tahu-tahu hilang. Mungkin ditipu," katanya.
Petugas Sektor Khusus lainnya, Letda CKM Dhikrulloh Anwar, mengimbau jemaah jangan membawa uang berlebih ketika beribadah. Bawa secukupnya untuk membeli makan-minum dan transportasi.
"Uang ditinggal di hotel saja. Nanti setelah jemaah selesai ibadah ada kesempatan untuk membeli oleh-oleh untuk tetangga," sarannya.
(gah/aan)











































