Terungkapnya kasus pembunuhan tersebut berawal saat dua petugas kebersihan perumahan, Ave dan Haiti,Β menemukan karung berisi sesosok mayat wanita tanpa identitas di Jalan Boulevard, Desa Nagrak, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa siang (1/9/2015). Belakangan identitas mayat itu diketahui polisi bernama Nurjanah.
Polres Bogor menyelidiki dan menelusuri orang-orang yang selama ini dekat dengan korban. Singkatnya, polisi sukses menangkap pelaku.
"Tersangka merupakan suami korban. Dia merasa merasa cemburu karena korban suka BBM (BlackBerry Messenger) dengan lelaki," kata Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono via pesan singkat, Jumat (4/9/2015).
Berdasarkan keterangan NS kepada polisi, menurut Pudjo, aksi pembunuhan Nurjanah terjadi pada Senin malam (31/8). Kronologinya waktu itu, tulis Pudjo, NS menjemput Nurjanah di Pasar Kranggan Bogor pada pukul 17.30 WIB. Sekira pukul 21.00 WIB, korban istirahat di rumah.
NS rupanya murka setelah dibakar cemburu karena sang istri ketahuan berkomunikasi dengan pria lain via BBM. Secara tiba-tiba NS penuh emosi menyerang Nurjanah yang terlelap di atas kasur.
"Tersangka langsung mencekik leher korban hingga meninggal. Mulut dan hidung korban dilakban oleh tersangka," kata Pudjo.
Usai menghabisi nyawa istrinya, pelaku bergegas keluar rumah pada Selasa dini hari (1/9), sekitar pukul 02.00 WIB. NS membawa jasad Nurjanah yang dibungkus karung menuju perumahan elite Kota Wisata Bogor menggunakan sepeda motor Honda Beat oranye nopol B 3474 KSK. Pelaku sengaja berniat menghilangkan jejak perbuatan kejinya.
"Korban didudukan di antara jok dan stang kaki, lalu diikat di step belakang motor. Tersangka membuang jasad istrinya di taman Kota Wisata depan Cluster Monaco," kata Pudjo.
Dia menerangkan, NS diringkus polisi pada Kamis malam (3/9), sekitar pukul 19.00 WIB. "Penangkapan berlangsung di tempat kerja tersangka di Cluster Paris perumahan Kota Wisata Bogor," kata Pudjo.
NS, warga Bekasi Kota, yang bekerja sebagai sopir ini menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. Hingga kini Polres Bogor masih mendalami kasus ini.
(bbn/ern)











































