"Saya kira itu biasa saja. Kalau ada kesempatan, Pak Novanto juga ketemu kandidat Partai Demokrat. Saya akan coba sampaikan ke Novanto agar ke tempat Hillary Clinton atau (Joe) Biden," ucap Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2015).
"Supaya tidak dianggap partisan," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya duga itu spontan. Kan lagi pengantar musim kampanye. Ada yang ajak, lalu datang ke situ. Sebagai proses nonton kampanye di sana, tak masalah," ujar elite PKS ini.
Sebelumnya, Fadli juga sudah mengungkapkan bahwa kunjungan itu spontan. Pertemuan di Trump Tower, Fifth Avenue, New York, itu tidak ada dalam agenda resmi.
"Tidak masuk acara resmi. Jadi spontan saja," kata Fadli dalam perbincangan melalui pesan singkat, Jumat (4/9/2015).
Dalam konferensi pers itu, Novanto sempat menyampaikan bahwa orang-orang Indonesia menyukai Trump. Meski begitu, Fadli menegaskan bahwa kehadiran rombongan DPR RI di konferensi pers itu bukan sebagai bentuk dukungan. ย
"Ya enggak. Apa urusannya kita dengan Pilpres AS, punya suara juga tidak. Bagi kami, kami senang pada Presiden AS yang mau berteman dengan Indonesia. Seperti Obama adalah teman Indonesia, juga Trump sekarang sebagai pengusaha adalah teman Indonesia," ungkap Waketum Gerindra ini.
Mereka yang bertemu Trump adalah Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin, Wakil Ketua Komisi VII Satya Yudha, dan utusan Presiden Eddy Pratomo. Dalam pertemuan, rombongan pun sempat foto bareng Trump.
Rombongan tersebut ke Amerika Serikatย menghadiri sidang parlemen dunia ke-4 di New York. Sidang itu sendiri sudah selesai pada tanggal 2 September 2015 lalu. Pertemuan dengan Trump terjadi 3 September kemarin. (imk/tor)











































