70 Siswa Asal Bantul DIY 'Terlantar' di Malaysia

70 Siswa Asal Bantul DIY 'Terlantar' di Malaysia

- detikNews
Sabtu, 26 Feb 2005 20:21 WIB
Yogyakarta - Sebanyak 70 siswa SMU asal Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 'terlantar' di Malaysia. Mereka dijanjikan akan melanjutkan studi program Diploma III ke Universitas Teknologi Malaka (UTM) oleh Kolege Yayasan Malaka (KYM), ternyata hanya kerja praktik bangunan.Berkaitan dengan itu, mereka telah meminta pertanggungjawaban Pemkab Bantul sebagai penyelenggara kegiatan. Namun, hingga kini belum ada penyelesaian meski kasus itu telah diadukan ke DPRD Bantul dan LBH Yogyakarta. "Sebanyak 11 siswa sudah pulang ke Bantul, sisanya 59 orang masih tertahan di Malaysia," ujar Wakil Ketua Forum Silaturahmi Keluarga Besar Siswa Kolege Yayasan Malaka (FSKBSKYM) Abu Naim kepada detikcom, Sabtu (26/2/2005).Sebagian besar wali siswa mengaku kecewa dan merasa tertipu dengan janji-janji yang pernah diucapkan penyelenggara program. Pasalnya, para siswa lulusan SMA dan SMK itu bukannya melanjutkan studi tetapi bekerja di sebuah proyek bangunan dengan alasan praktik lapangan.Menurut Naim, Pemda Bantul dalam hal ini Badan Kesejahteraan Keluarga (BKK) seolah-olah tidak ingin bertanggung jawab. Mereka berkilah BKK hanya sebagai fasilitator yang mempertemukan antara pengurus KYM dengan siswa dan wali/orangtua siswa. "Kami ingin mereka secepatnya kembali pulang dengan selamat," kata Abu.Asanto salah seorang siswa yang baru saja pulang dari Malaysia mengatakan, para siswa kuliah di jurusan Juru Bina Bangun. Selama 4 bulan, mereka belajar di kelas. Enam bulan berikutnya para siswa mengikuti program Praktik Kerja Lapangan (PKL). Mereka mendapatkan upah antara 15-20 ringgit Malaysia sejak Agustus 2004. "Kami juga tidak pernah diberi kuliah teori bangunan, praktik angkat-angkat meja kursi sudah dapat sertifikat tapi bukan ijazah," jelasnya. Tempat kuliah siswa kuliah, lanjut Asanto, bukan seperti layaknya sebuah perguruan tinggi. Gedungnya mirip tempat kursus. "Jangan dibayangkan gedungnya mewah, tempatnya mirip tempat kursus," tambahnya.Dikatakan Asanto, 59 orang temannya yang masih berada di Malaysia mulai gelisah karena visa studi masa berlakunya akan habis, Senin (28/2/2005). Padahal untuk memperpanjang visa dibutuhkan dana sekitar Rp 6 juta atau Rp 5,5 juta jika diurus KYM. "Mereka khawatir akan ditangkap polisi Malaysia karena visanya habis," ungkapnya. (rif/)


Berita Terkait