Komjen Buwas menggantikan posisi Komjen Anang Iskandar yang ditunjuk sebagai Kabareskrim. Penunjukan Komjen Buwas tertuang dalam Telegram Rahasia (TR) nomor ST/1847/IX/2015 yang diterima detikcom, Jumat (4/9/2015). TR ini ditembuskan kepada Menko Polhukam, Menkum HAM, Kepala BIN, Gubernur Lemhanas dan Kepala BNN.
Selama bertugas di Bareskrim, Buwas sudah membuat heboh karena mengusut sejumlah kasus. Ada nama-nama besar mulai dari bos BUMN sampai aktivis antikorupsi jadi tersangka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut reaksi Komjen Buwas:
1. Pemberitahuan Lisan
|
Foto: Rengga Sancaya
|
"Pemberitahuan secara lisan sudah. Tinggal TR nya saja," kata Komjen Buwas saat dihubungi, Jumat (4/9/2015).
Menurut aturannya, Kepala BNN langsung ditunjuk oleh Presiden. Lalu, apakah Komjen Buwas telah bertemu dengan Presiden Jokowi?
"Belum. Pak Kapolri serah terimakan saya dengan pengganti saya. Setelah itu kan saya dilantik oleh presiden," pungkasnya.
2. Kehormatan dan Tanggung Jawab
|
Foto: Rengga Sancaya
|
"Ya enggak apa-apa. Kan kehormatan juga bagi saya (jadi Kepala BNN). Iya lah, kehormatan, itu satu. Penghargaan," kata Buwas saat dihubungi, Jumat (4/9/2015).
Mengenai perpindahan posisi ini, Komjen Buwas itu mengaku akan tetap loyal pada pemerintah dimana pun ditugaskan.
"Intinya sama saja ya, di manapun sama saja. Yang penting bagaimana kita menyikapi tugas itu dan bertanggung jawab atas tugas itu," kata Buwas saat dihubungi, Jumat (4/9/2015).
Komjen Buwas mengaku tidak berpikir macam-macam terkait pergeseran jabatannya dari Kabareskrim menjadi Kepala BNN.
"Enggak, enggak aneh-anehlah, saya tidak akan berpikiran begitu ya," ujar Budi.
3. Ini Gebrakannya
|
Foto: Rini Friastuti
|
"Ya saya pastikan melihat ke dalam. Berorientasi pembenahan ke dalam baru nanti saya melangkah ke tugas-tugas lain yang menjadi tanggung jawab saya. Kan sekarang belum (jadi kepala BNN). Baru info ya," sebutnya.
"Tugas saya di mana saja, Insya Allah saya kerjakan sebaik-baik mungkin," ujarnya.
Terkait perpindahan Komjen Buwas ke BNN, Mabes Polri menganggap wajar sebab Buwas dianggap pro aktif dalam pemberantasan narkoba.
"Karena sekarang darurat narkoba, sehingga Pak Budi Waseso dianggap pro aktif dalam pemberantasan narkoba," ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jaksel, Jumat (4/9/2015).
Mabes Polri yakin, saat Buwas menjabat sebagai kepala BNN, program pemberantasan narkoba di Indonesia akan lebih terfokus.
"Pak Budi Waseso kan lebih fokus, dan diharapkan bisa memberikan program progresif dalam pemberantasan narkoba," jelas Anton.
Halaman 2 dari 4











































