"Nomor telepon kerap berubah, sehingga cukup sulit melacak mereka. Mereka beroperasi antar provinsi, Jakarta, Surabaya, Bali, Semarang," jelas Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (3/9/2015).
Prostitusi online ini saling terhubung. Mereka menggunakan aplikasi ngobrol di smartphone dan membentuk grup sendiri tanpa mencantumkan nama. Dari kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti uang Rp 13,2 juta, tiga kunci kamar hotel, dan 28 kondom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Tersangka dalam kasus ini adalah kedua muncikari, YY dan BS. Sementara 4 SPG dan AS sampai saat ini masih berstatus korban.
"Mereka adalah korban, termasuk AS. Tetapi karena hasil urine AS positif, maka kami akan berkoordinasi dengan Satuan Narkoba," terang Takdir.
4 SPG diamankan di Surabaya utara, sedangkan AS ditangkap di sebuah hotel di hotel berbintang di kawasan Embong Malang, Rabu (2/9) malam. Saat ditangkap, AS berpakaian lengkap dan tengah fly. Lelaki hidung belang yang membookingnya sudah tak ada di kamar.
(iwd/try)












































