Merasa Tertipu, Fans Bon Jovi Laporkan Situs ticketbonjovi.com

Merasa Tertipu, Fans Bon Jovi Laporkan Situs ticketbonjovi.com

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 03 Sep 2015 15:58 WIB
Merasa Tertipu, Fans Bon Jovi Laporkan Situs ticketbonjovi.com
Foto: Mei Amelia
Jakarta - Sejumlah penggemar Bon Jovi melaporkan adanya dugaan penipuan yang dilakukan ticketing box via website. Mereka resah karena sampai H-8 pelaksanaan konser Bon Jovi, penjual tiket belum mengkonfirmasi perihal tiket yang sudah dipesan para penggemar.

Salah satu korban yang juga mewakili pelaporan korban-korban lain, Deki Surahman (35) mengatakan, pihaknya menemukan indikasi adanya penipuan dari penyelenggara jasa penjual tiket via website.

"Laporannya indikasi penipuan website ticketbonjovi.com. Kita telah membeli tiket dan dijanjikan tiket fisik dan di perjalanan ada unsur penipuan," kata Deki kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deki mengatakan, awalnya ia mencari tahu ticketing box dengan berselancar di google, setelah melihat pemberitaan akan adanya konser Bon Jovi di Jakarta, tanggal 11 September mendatang. Saat itu ia menemukan website tersebut yang menyediakan tiket konser Bon Jovi.

"Karena di google itu, website www.ticketbonjovi.com ini yang pertama urutannya, sehingga kami percaya dan membeli lewat website tersebut," terangnya.

Di halaman rumah website tersebut sudah dijelaskan tata cara pembelian tiket melalui laman tersebut. Calon pembeli juga bisa berkomunikasi dengan panitia penjual tiket melalui layanan live chat pada laman tersebut.

"Di situ sudah tersedia pilihan-pilihan untuk kategori dan harga tiketnya, mulai dari upper tribun sebesar Rp 500 ribu, sampai VIP Rp 3,5 juta. Dan pada pilihan jenis tiket itu juga kita bisa mengetahui berapa lagi tiket yang tersisa," katanya.

Para pembeli juga saat itu yakin, karena pada laman tersebut mencantumkan sejumlah ticketing box yang resmi. Apalagi, di website tersebut juga mencantumkan logo promotor Live National Indonesia.

"Mereka hanya menjanjikan jika tiket dapat ditukarkan di tempat konser, 3 hari sebelum konser," imbuhnya.

Namun, belakangan muncul sejumlah keganjilan. Para penggemar Bon Jovi tidak bisa mengkonfirmasi kejelasan penukaran tiket melalui sambungan telepon. Penyedia tiket hanya menerima komunikasi lewat layanan live chat.

"Sampai hari ini situsnya masih aktif. Tetapi mereka tidak mau dihubungi, hanya melalui live chat saja," ungkapnya.

Karena tidak dapat dihubungi via telepon belakangan ini, sejumlah korban pun mulai resah. Beberapa di antaranya sudah menelusuri keabsahan website tersebut. "Ternyata www.ticketbonjovi.com ternyata tidak resmi. Beberapa teman kami juga mencoba mencari tahu ke live national Indonesia," sambungnya.

Menurut Deki, ada 28 orang yang tertipu dengan total kerugian sekitar Rp 108 juta. Deki sendiri mengetahui data-data para korban, setelah mendapatkan email dari penjual tiket yang menurutnya adalah 'suatu keteledoran' penjual tiket.

"Jadi awalnya mereka kirim email pakai akun cs@ticketbonjovi.com, cs1@bonjovi.com, cs2@ticketbonjovi.com. Tapi kemudian mereka pakai akun ticketbonjovi@gmail.com, dan di situ dia kirim ke 28 orang. Di situ kami mulai curiga," tuturnya.

Ia tambahkan, para korban berasal dari berbagai daerah dengan usia sekitar 20 tahun hingga 40 tahun ke atas.

Atas hal ini, Deki dan kawannya, Amatus Venantius Sabubun, mengadukan penyedia website tersebut ke Polda Metro Jaya. Laporan dibuat atas nama Amatus bernomor LP/3542/IX/2015/PMJ/Ditreskrimsus, dengan tuduhan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45 UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal mengatakan, pihaknya akan mengusut perkara tersebut. Kalau pun tidak ada pelaporan dari korban, polisi tetap akan melakukan penyelidikan.

"Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro sudah langsung melakukan penyelidikan, di mana IP address yang punya konten itu berada. Kita akan ungkap kasusnya, kalau pun tidak ada laporan. Polisi bisa melakukan penyelidikan sendiri ketika mendapatkan informasi kasus penipuan semacam ini," terang Iqbal.

Sementara itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan pembelian tiket konser. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya begitu saja jika ada pihak-pihak yang mencantumkan logo kepolisian.

"Kita sering dapat laporan adanya penipuan melalui internet, dunia maya. Banyak juga yang mencantumkan nama dan foto Polisi sebagai legacy, tetapi itu fiktif semua," katanya.

Iqbal juga mewanti-wanti masyarakat jika ada penjual tiket yang meminta calon pembeli untuk menyegerakan pembayaran tiket dengan tempo waktu.

"Modusnya selalu berikan batasan waktu, itulah ciri-ciri pelaku penipuan, (tempo) 1-2 jam, karena mereka ingin segera dapatkan uang. Lebih baik beli langsung di workshopnya," pungkasnya. (mei/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads