Rasulullah saw berkata," Umatku akan tetap aman selama mereka sepatutnya menjaga kemuliaan kota ini (Makkah). Jika mereka mengabaikan hal itu, mereka akan dikutuk."( H.R Ahmad dan Ibnu Majah, Ibnu Hajar meng-hasankan hadis ini).
Berseragam hijau atau biru, pasukan penjaga kebersihan Masjidil bekerja siang malam dengan organisasi yang luar biasa. Bayangkan saja untuk membersihkan area tawaf yang dipadati banyak orang, mereka hanya butuh waktu kurang dari 30 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Haji... haji...," teriak mereka memberi tahu jemaah untuk segera pindah. Mereka meminta jemaah tidak salat sunnah di tempat yang hendak dibersihkan, yang hendak duduk untuk beringsut mencari tempat lain.
Beberapa di antara mereka lalu membentangkan tali pembatas merah agar jemaah tidak melintas. Di luar tali pembatas jemaah dipersilakan untuk melintas.
Setelah itu ada orang yang bertugas menyiramkan air yang berisi desinfektan ke lantai. Cairan itu lalu diratakan ke setiap lantai yang hendak dibersihkan baru setelahnya dilap dan dikeringkan dengan mobil khusus yang dikendarai satu orang.
Saat membersihkan lantai inilah terkadang banyak alas kaki jemaah yang pindah dari tempat awalnya. Sebab alas kaki itu didorong-dorong petugas kebersihan entah kemana.
"Dibersihkan mulai dari tempat thawaf, sa'i, bukit safa, piazza, tempat wudhu, dan Zam-zam area," demikian yang diterangkan The General Presidency of the affairs of the holy mosque and the prophet's mosque dalam video dokumenternya.
Penjaga kebersihan ini juga membersihkan pintu-pintu, tempat maqom Ibrahim, dan karpet. Mereka dipoles, diberi wewangian, disemprot desinfektan, dan diperbaiki jika ada bagian yang rusak.
"Sampah 25 ton setiap setiap harinya. Naik menjadi 90 ton jka musim haji," tutur narator di video itu. (gah/aan)










































