Cerita Ketua MPR di Unsoed: Banyak Kepala Daerah Terkooptasi Pemodal

Cerita Ketua MPR di Unsoed: Banyak Kepala Daerah Terkooptasi Pemodal

Arbi Anugrah - detikNews
Kamis, 03 Sep 2015 15:48 WIB
Cerita Ketua MPR di Unsoed: Banyak Kepala Daerah Terkooptasi Pemodal
(Foto: Elvan Dany Sutrisno/dok detikcom)
Banyumas - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengisi diskusi kebangsaan "Menatap Indonesia Masa Depan" di Gedung Roediro Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. Dalam diskusi yang digelar BEM Unsoed tersebut, hadir ratusan mahasiswa baru dan anggota DPR RI dari Fraksi PAN seperti Lucky Hakim dan Yayuk Basuki.

"Banyak orang pintar ada di sini, tetapi tidak semuanya punya kesempatan untuk menjadi bupati, walikota atau gubernur. Karena dalam pilkada sebenarnya yang dibutuhkan tidak hanya orang yang pintar, tetapi juga modal," kata Zulkifli menyoroti persoalan pemilihan kepala daerah di beberapa tempat yang mulai terkooptasi karena faktor pemilik modal, Kamis (3/9/2015).

Menurut dia, banyak calon yang tidak memiliki modal, sehingga butuh investor dalam pilkada. Karena itu, tidak heran juga banyak kepala daerah yang terkooptasi kepentingan pemilik modal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Maju pemilihan tidak akan terpilih kalau tidak didukung modal atau pemilik modal. Karena pemilihan ada sponsornya, maka kebijakannya itu nantinya pada pemilik modal," ungkapnya.

Selain itu dia juga mengatakan jika tidak ada jaminan negara dengan kekayaan sumber daya alam melimpah bisa memakmurkan rakyatnya. Yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan.

"Pendidikan saat ini menjadi jalan keluar dengan meningkatkan sumber daya manusia. Kita kaya, tapi kekayaan alam tidak bisa menentukan negara maju atau tidak, yang ada malah bencana terus," ujarnya.

Dia mencontohkan, beberapa negara yang maju dan berkembang dengan sumber daya alam yang minim. Seperti Singapura yang gross domestic product mencapai 55 ribu dolar dengan Indonesia yang hanya 3.500 dolar per tahun. "Padahal di sana (Singapura) tidak ada sungai dan sawah tapi bisa lebih maju dari Indonesia yang memiliki kekayaan alam melimpah," tuturnya. (arb/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads