"Marilah kita belajar dari keruntuhan Uni Soviet dan Yugoslavia. Uni Soviet yang pernah dijuluki sebagai negara adi daya, super power bersama Amerika Serikat, didirikan pada 1922," tutur Amien.
Hal ini disampaikan Amien dalam jumpa pers mengenai bergabungnya PAN ke KIH di kediamannya di Condong Catur, Sleman, Yogyakarta, Kamis (3/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dinas Intelijen Soviet, kata Amien, termasuk terbaik di dunia. Partai Komunis Uni Soviet merupakan partai yang paling rapi, monolitik, sangat hirarkis, dan sistematik. Namun tetap saja bisa bubar.
Β
"Di Eropa Timur, Yugoslavia merupakan negara yang paling kuat dan paling maju, dibandingkan dengan Hungaria, Albania, Bulgaria, Cekoslavia dan lain-lain," kata Amien.
Kemudian dia menyampaikan 5 hal yang menyebabkan keduanya runtuh. Pertama, kedua negara mengalami kegagalan ekonomi di mana rakyatnya hanya menjadi alas kaki para pemimpinnya.
"Kedua, para pemimpin terlibat konflik untuk perkara-perkara yang semuanya bersifat pragmatis, bahkan menjurus ke kepentingan hedonistik," kata Amien.
Alasan ketiga, Amien menyampaikan rata-rata pemimpin nasional di kedua negara itu tidak kompeten dan dihinggapi gejala puas diri dan percaya diri yang berlebihan. Keempat, pertikaian antar-etnik sangat marak di tahun-tahun menjelang bubarnya Soviet dan Yugoslavia.
"Kelima, ada kekuatan global yang ingin melihat kehancuran dua negara tersebut, terutama kehancuran Soviet," tuturnya.
Amien menilai Indonesia saat ini mengalami kerapuhan politik. Tak hanya itu menurutnya, ada kesan kuat bahwa pemerintah Jokowi membungkuk pada kekuatan asing.
"Bagaimana dengan Indonesia? Bila kita jujur, NKRI mengalami semacam kerapuhan politik," katanya.
Dia mengusulkan agar seluruh kekuatan politik, dalam menghadapi krisis ekonomi. "Melakukan sharing of power dan sharing of responsibility," kata Amien.
"Bangsa Indonesia sekarang tidak peka lagi dengan langkah-langkah pihak eksternal yang berusaha melemahkan Indonesia," tegasnya.
(sip/tor)











































