Amien Rais: Rangkulan Pemerintah ke PAN Bisa Jadi Rangkulan Maut

Amien Rais: Rangkulan Pemerintah ke PAN Bisa Jadi Rangkulan Maut

Sukma Indah Permana - detikNews
Kamis, 03 Sep 2015 12:53 WIB
Amien Rais: Rangkulan Pemerintah ke PAN Bisa Jadi Rangkulan Maut
Foto: Foto: Amien Rais
Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais merestui partai yang didirikannya bergabung di barisan parpol pendukung Pemerintah. Namun Amien mengajukan syarat, meminta Presiden Jokowi membuat koalisi yang lebih besar. Jika tidak, dia khawatir Pemerintah akan terpuruk, dan PAN ikut serta.

"Bila Golkar berhasil dipecah, PPP berhasil diadu domba, maka rangkulan PAN bisa menjadi rangkulan maut," kata Amien alam jumpa pers yang digelar di rumah Joglo miliknya di kawasan Condong Catur, Sleman, Kamis (3/8/2015).

Amien menjelaskan, jika Pemerintah mengajak PAN hanya untuk menguasai DPR, untuk kepentingan politik jangka pendek, maka angkah tersebut berpotensi membuat kondisi politik makinย  gaduh. Mantan Ketua MPR ini mendorong Pemerintah merangkul seluruh elemen bangsa untuk memajukan perekonomian demi kesejahteraan rakyat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau hanya berhenti sekadar membujuk PAN masuk ke Pemerintahan dengan perhitungan remeh temeh agar jumlah kursi pemerintah di parlemen menjadi lebih besar dari oposisi, dan PAN dikasih dua atau tiga kursi kabinet, maka hakekatnya sedang ada usaha pecah belah kekuatan politik yang mengindikasikan panggung politik lebih runyam dan gaduh," ujar Amien.



Pria yang dijuluki Bapak Reformasi ini kembali menyerukan agar Pemerintah menggelar musyawarah nasional, musyawarah yang melibatkan seluruh elemen bangsa. Langkah reshuffle kabinet yang sudah dilakukan pemerintah menurut Amien bukanlah solusi, yang utama adalah persatuan bangsa.

"Reshuffle jilid satu tidak berdampak apa-apa. Jangan-jangan reshuffle kedua, kalau hanya tambal sulam, dan tidak diletakkan dalam perspektif jangka panjang, bisa berakibat lebih buruk lagi," ulas Amien.

Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla diminta memimpin musyawarah nasional itu. Dia yakin musyawarah nasional bisa membawa dampak positif untuk bangsa.

"Kalau tidak sampai ke koalisi yang lebih besar, tidak perlu PAN malu untuk menarik diri. Ini langkah awal untuk jangka panjang," ujarnya.

(tor/tor)


Berita Terkait