"Saya dan Pak Luhut beda latar belakang. Tapi saya juga punya julukan panglima, tapi 'Panglima Domba'," ujar Teten yang disambut tawa oleh Luhut dan para pejabat KSP di Gedung Kantor Staf Kepresidenan, Jl Veteran Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2015).
"Cuma saya dulu yang dikejar-kejar sama tentara dan polisi," sambung Teten tersenyum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dan Luhut sering sama bantu presiden. Saya kira Pak Luhut sudah bangun institusi ini sesuai dengan keinginan presiden. Saya interaksi dengan presiden karena beliau butuh back office yang handal untuk backup keputusan yang tepat dan memastikan janjii politiknya terjawab," kata Teten.
Diketahui, biografi Teten Masduki dibuat dalam sebuah buku berjudul; Teten Masduki: Panglima Domba Melawan Korupsi. Buku itu ditulis oleh Ahmad Arif dan Ilham Khoiri yang menceritakan tentang kehidupan Teten dan kegiatannya dalam gerakan anti korupsi. Teten juga dikenal sebagai aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW). (jor/mad)











































