"Saya resmi pagi ini menyerahkan tugas tanggung jawab saya kepada Pak Teten. Ini adalah perjalanan hidup masing-masing. Saya juga nggak tahu apa hidup kita ini, jadi kita jalani satu-satu. Hidup itu sudah ada blue print-nya," ujar Luhut mengawali pidatonya di Kantor Staf Kepresidenan, Gedung Bina Graha, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2015).
Dijelaskan Luhut, perasaan campur aduk yang dialaminya karena dia memulai dari nol untuk membangun KSP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi dalam hidup, saya selalu menjalani hal seperti ini. Hidup ini banyak naik turun. Tapi saya percaya Tuhan sudah menjalankan hidup kita," tambahnya.
Meski demikian, lanjut Luhut, seseorang harus tetap berbuat yang terbaik dalam menjalankan tugas yang diberikan. Luhut meyakini, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
"Yang perlu kita sikapi adalah kita berbuat yang tebaik, yang kita bisa lakukan dalam hati dan spirit kerja yang tinggi. Itu pun kita buat pasti ada angin badainya, tapi jangan kecil hati, pasti ada jalan keluarnya. Tidak perlu terus galau kalau ada yang tidak sesuai dengan keinginan kita," tutup Luhut. (jor/mok)











































