Gardu Kembangan Terbakar, PLN Padamkan Listrik Setiap 3 Jam di Tangerang

Gardu Kembangan Terbakar, PLN Padamkan Listrik Setiap 3 Jam di Tangerang

Rista Rama Dhany - detikNews
Kamis, 03 Sep 2015 11:38 WIB
Gardu Kembangan Terbakar, PLN Padamkan Listrik Setiap 3 Jam di Tangerang
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Interbus Transformer (IBT) di Kembangan terbakar. Akibatnya, pasokan listrik ke sejumlah wilayah di Tangerang terganggu. PLN terpaksa harus melakukan pemadaman bergilir.

Dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (3/9/2015), PLN melakukan pengalihan beban listrik ke Sub Sistem Balaraja-Lontar dan Muara Karang-Gandul sebagai upaya untuk mempercepat pemulihan. Pada dini hari 3 September 2015 pukul 00.44 WIB pasokan listrik ke wilayah padam akibat kebakaran IBT Kembangan telah normal kembali.

Meski begitu, masih ada pemadaman bergilir untuk wilayah Tangerang. Hal ini disebabkan karena karakteristik Jakarta dan Tangerang berbeda dengan daerah lain. Di wilayah Tangerang, beban listrik siang lebih tinggi daripada malam karena banyaknya aktivitas industri dan bisnis. Akibatnya Sub Sistem Balaraja mengalami defisit daya sebesar kurang lebih 175 MW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada tahap pertama dimulai pukul 08.20 WIB dengan daerah yang terkena dampak pemadaman yaitu Kosambi, Teluk Naga, Kp. Dadap, Jl. Raya Legok, Gading Serpong, Parung Panjang, Pagedangan, Rumpin, Jl. Raya Curug, Jatake, Kp. Cisoka Balaraja, Jl. Raya Pasar Kemis, Villa Tangerang Regency, Desa Sukaraja, Jl. Pasir Jaya Jati Uwung, Perum Total Persada, Kp. Doyong, Kota Bumi, Rajeg, Sepatan, Jl. Raya Mauk, BSD, Alam Sutera, Jl. Raya Serpong, Gintung, Kp. Kramat Sepatan, Ds. Pakuaji dsk.

Pada tahap 2 daerah yang terkena dampak pemadaman yaitu Cisauk, Pamulang, Kp. Babakan, Ds Suka Mulya, Tiga Raksa, Ds. Cikuya, Ds. Cengkudu, Bitung, Kp. Lebak, Ranca Kelapa, Kawasan Sentra Pergudangan Kosambi, p.Cituis, Kr Serang, Taman Dadap Indah, Kawasan Industri Benua, Jl. Raya Pasar Kemis, Jl. M. Toha, BSD City, Alam Sutera, Serpong, dsk.

Proses perbaikan IBT 2 Kembangan memerlukankan waktu kurang lebih satu bulan untuk dapat beroperasi normal. Sedangkan untuk IBT 1 Kembangan diperkirakan Jumat besok sudah dapat beroperasi sehingga kekurangan daya akibat belum berfungsinya IBT 2 bisa teratasi dan tidak ada lagi penghentian aliran listrik secara bertahap.

Untuk meminimalisir semakin tingginya beban listrik, PLN mengajak kerjasama dari pelanggan yang tidak terkena dampak padam untuk dapat menghemat penggunaan listrik. Hal ini bertujuan agar pasokan dapat disalurkan kepada wilayah yang masih padam.

Cara –cara yang dapat ditempuh antara lain sebagai berikut :

1. Bagi Pelanggan dengan daya besar, diimbau untuk menggunakan captive power atau generator set agar listrik PLN dapat dialihkan untuk menyuplai daerah padam
2. Mematikan komputer, TV dan AC jika tidak digunakan
3. Mematikan lampu yang tidak digunakan
4. Temperature AC cukup 26 derajat celcius dan gunakan timer sehingga AC beroperasi pada saat dibutuhkan
5. Bila meninggalkan ruangan dalam waktu lama matikan komputer/atur dalam posisi standby (standby mode) (mad/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads