Bawa Pentungan, Ratusan Prajurit TNI Mulai Kosongkan Kompleks Kodam

Bawa Pentungan, Ratusan Prajurit TNI Mulai Kosongkan Kompleks Kodam

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 03 Sep 2015 08:53 WIB
Bawa Pentungan, Ratusan Prajurit TNI Mulai Kosongkan Kompleks Kodam
Foto: Ardian/pembaca detikcom
Jakarta - Jajaran Kodam Jaya melakukan pengosongan kompleks rumah Detasemen Intel di Jalan Jambore, Cibubur, Jakarta Timur. Meski begitu, warga yang rumahnya akan dikosongkan masih berupaya mempertahankan rumah mereka.

Prajurit TNI yang disiapkan dalam pengosongan pagi ini, Kamis (3/9/2-15), ada yang menggunakan tameng dan membawa pentungan. Namun menurut Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel Inf Heri Prakosa, itu sudah sesuai protap.

"Ada ratusan prajurit kami yang sudah disiapkan untuk melakukan pengosongan. Ada macam-macam tim. Ada tim evakuasi itu bawanya gunting sama rafia, mereka yang akan angkut-angkut meja. Ada tim pengendali massa bawa pentung dan tameng antisipasi apabila terjadi perlawanan dan rusuh. Jadi ada yang membentengi," ungkap Heri saat dihubungi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Heri, ada 99 rumah di kompleks tersebut yang akan dikosongkan. Di mana 20 rumah ditempati oleh prajurit aktif namun di luar kesatuan Detasemen Intel, mereka pun diminta mengosongkan rumahnya. Sisanya adalah purnawirawan, janda purnawiran, dan kerabatnya yang masih memaksa tinggal di kompleks tersebut.

Untuk keluhan warga di mana pengosongan tidak diberitahukan sebelumnya, Heri menyebut itu tidak berdasar. Pasalnya sudah jauh-jauh hari Kodam Jaya memberikan peringatan.

"Sudah ada peringatan kapan terakhir batas waktu pengosongan, harusnya bukan hari, sekitar bulan Agustus mereka sudah harus keluar. Tapi mereka nggak mau ngosongin juga," jelas Heri.

Sebelumnya warga melakukan pemblokiran jalan dengan melakukan bakar ban. Salah satu anak penghuni kompleks yang rumahnya akan digusur, Ardian mengaku warga berdemo menolak pengosongan sebab tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

"Ada peringatan satu dua kali. Tapi waktu eksekusi tidak diberi tahu. Tidak ada ganti rugi juga," aku Ardian saat dihubungi, Kamis (3/9)/ (elz/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads