Itulah kondisinya yang terjadi saat ini. Tiga pesawat milik Rusia selama ini disewa oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ternyata izin operasinya sudah berakhir dua hari ini.
Ketiga heli tersebut yang selama ini bertugas melakukan water bombing (bom air) di lokasi kebakaran lahan, kini terparkir di Lanud Pekanbaru. Kini pihak Posko Satgas Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) di Riau tak bisa berbuat banyak. Pemadaman kini hanya mengandalkan lewat darat yang kadang kesulitan air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya benar. Sudah dua hari ini izin operasi ketiga heli milik Rusia itu sudah habis. Sehingga tidak bisa beroperasi," kata Edwar.
Menurutnya, kini Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, bersama BNPB saat ini tengah mengurus izin perpanjangan ke Departemen Perhubungan di Jakarta.
"Pak Plt sama BNPB lagi mengurus izin operasi perpanjangan itu. Mudah-mudahan bisa segera keluar agar bisa beroperasi lagi," kata Edwar.
Kini masyarakat Riau sudah dikepung asap tebal dan aktivitas bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II sudah lumpuh. Sekolah-sekolah juga diliburkan. Masyarakat agaknya harus bersabar agar api di hutan bisa dipadamkan menunggu perpanjangan izin dari Dephub. (cha/try)











































