Pimpinan MPR Surati DPR, Minta Karpet Merah di Parlemen Dicopot

Pimpinan MPR Surati DPR, Minta Karpet Merah di Parlemen Dicopot

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 02 Sep 2015 17:59 WIB
Pimpinan MPR Surati DPR, Minta Karpet Merah di Parlemen Dicopot
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Keberadaan karpet merah di Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen menjadi kontroversi. Kini pihak Pimpinan MPR berkirim surat kepada DPR agar karpet merah itu dicabut.

Permintaan itu disampaikan lewat surat dari Sekretariat Jenderal MPR RI, nomor B-2321/HM.03.01/B-II/SetjenMPR/09/2015, tertanggal hari ini, Rabu (2/9/2015).

Surat yang ditandatangani Sekjen MPR Eddie Siregar dan ditujukan kepada Sekjen DPR itu meminta penyelesaian soal lift dan karpet.

Surat dari MPR ke DPR


"Sehubungan dengan itu, Pimpinan MPR meminta agar tidak ada lagi pemblokiran lift untuk Pimpinan dengan dalih apapun dan mencabut pemasangan karpet di Lobby Nusantara III, kecuali kalau ketika ada tamu setingkat Kepala Negara/ Kepala Pemerintahan," kata Eddie dalam surat itu.

Fotokopi surat itu diterima wartawan di DPR. Soal lift, Eddie menceritakan bahwa lift di Gedung Nusantara III DPR yang digunakan untuk Pimpinan MPR, DPR, dan DPD diblok dan dikunci. Itu terjadi sejak Perdana Menteri Timor Leste berkunjung pada 26 Agustus yang lalu.

Soal karpet merah, Pimpinan MPR menilai karpet itu mengurangi kenyamanan dan menyimbolkan perlakuan istimewa. Malahan, karpet itu mengurangi kewibawaan lembaga MPR, DPR, dan DPD yang menghuni parlemen pusat.

Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta merupakah salah satu pihak yang protes dengan keberadaan karpet merah yang selalu dibentang di Gedung Nusantara III. Oesman meminta karpet itu dilepas.

"Lo pikir orang hormat gara-gara karpet? Tapi karena isi manusianya. Minta dicabut lah, orang lewat kan terganggu," kata Oesman Sapta kepada wartawan. (dnu/imk)


Berita Terkait