Udara Tidak Sehat karena Asap, Libur Sekolah di Pekanbaru Diperpanjang

Udara Tidak Sehat karena Asap, Libur Sekolah di Pekanbaru Diperpanjang

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 02 Sep 2015 12:59 WIB
Udara Tidak Sehat karena Asap, Libur Sekolah di Pekanbaru Diperpanjang
Foto: Chaidir Anwar Tanjung
Pekanbaru - Libur sekolah di Pekanbaru, Riau, bertambah. Penyebabnya adalah asap kebakaran lahan yang kian pekat. Kualitas udara berada di level berbahaya.

Selasa (1/9) kemarin, SD di Pekanbaru sudah meliburkan siswanya. Hari ini, SD Negeri 26 di Jl Thamrin, Pekanbaru, memulangkan seluruh siswanya. Libur diperpanjang hingga akhir minggu ini.

"Anak-anak kami tak bisa bersekolah gara-gara asap. Masak saban tahun ada kebakaran hutan di Riau ini," celetuk Ny Endang (35) yang harus membawa pulang anaknya dari sekolah karena diliburkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada sebagian orang tua murid, malah meliburkan anaknya sendiri walau belum diumumkan pihak sekolah. Yudi Saputra (35) warga Pekanbaru, misalnya, dia sudah meliburkan anaknya yang duduk di bangkus SD kelas dua untuk libur sejak kemarin.

"Begitu asap, anak langsung saya liburkan. Kasian anak-anak kalau sudah asap, badannya lemas dan tak bergairah," kata Yudi.

Pada papan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) milik PT Chevron di Rumbai Pekanbaru, kualitas udara tidak sehat atau berbahaya. Ini merupakan level terburuk dalam pencemaran udara dengan kadar 477 Pollutant Standart Index (PSI).

Kepala Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Krisis Kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi Riau Jon Kenedi mengatakan sebaiknya warga mengurangi aktivitas di luar ruangan.

"Untuk menjaga kesehatan, bila terpaksa beraktivitas di luar ruangan, sangat disarankan menggunakan masker," kata Jon.

Dalam catatan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, pada Juli 2015 terdapat 5.737 warga terserang penyakit akibat asap. Sebagian besar atau sekitar 4.885 terserang infeksi saluran pernapasan aku (ISPA). Sedangkan yang terkena penyakit pneumonia sebanyakย  146 jiwa, asma 141, iritasi mata 274, iritasi kulit 591.

Sedangkan di bulan Agustus, terdata 2.478 jiwa terserang penyakit akibat asap. Jumlah ini hanya terdata di sebagian kecil kabupaten saja. Sehingga kemungkinan, di bulan Agustus lebih banyak lagi warga yang terkena penyakit.

"Untuk dua bulan terakhir, kita sudah menyalurkan 150 ribu masker di seluruh Riau. Saat ini hanya tersisa persediaan untuk warga sekitar 35 ribu masker," tutup Jon. (cha/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads