Selasa (1/9) kemarin, SD di Pekanbaru sudah meliburkan siswanya. Hari ini, SD Negeri 26 di Jl Thamrin, Pekanbaru, memulangkan seluruh siswanya. Libur diperpanjang hingga akhir minggu ini.
"Anak-anak kami tak bisa bersekolah gara-gara asap. Masak saban tahun ada kebakaran hutan di Riau ini," celetuk Ny Endang (35) yang harus membawa pulang anaknya dari sekolah karena diliburkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu asap, anak langsung saya liburkan. Kasian anak-anak kalau sudah asap, badannya lemas dan tak bergairah," kata Yudi.
![]() |
Kepala Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Krisis Kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi Riau Jon Kenedi mengatakan sebaiknya warga mengurangi aktivitas di luar ruangan.
"Untuk menjaga kesehatan, bila terpaksa beraktivitas di luar ruangan, sangat disarankan menggunakan masker," kata Jon.
Dalam catatan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, pada Juli 2015 terdapat 5.737 warga terserang penyakit akibat asap. Sebagian besar atau sekitar 4.885 terserang infeksi saluran pernapasan aku (ISPA). Sedangkan yang terkena penyakit pneumonia sebanyakย 146 jiwa, asma 141, iritasi mata 274, iritasi kulit 591.
Sedangkan di bulan Agustus, terdata 2.478 jiwa terserang penyakit akibat asap. Jumlah ini hanya terdata di sebagian kecil kabupaten saja. Sehingga kemungkinan, di bulan Agustus lebih banyak lagi warga yang terkena penyakit.
"Untuk dua bulan terakhir, kita sudah menyalurkan 150 ribu masker di seluruh Riau. Saat ini hanya tersisa persediaan untuk warga sekitar 35 ribu masker," tutup Jon. (cha/try)












































